Masyarakat Senang Dengan Kegiatan Sosial PKB

Posted on


http://www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kegiatan pemberantasan nyamuk sebagai penyebab penyakit DBD yang dilakukan oleh jajaran pengurus Partai Kebangkitan Bangsa dalam memperingati Hari Kelahiran (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ke-13, kamis (21/07) disambut dengan antusias dan didukung oleh masyarakat yang bermukim disekitar kantor DPC PKB.

Salah seorang ketua RT kepada wartawan mengatakan bahwa dia selaku ketua RT yang mewakili dari masyarakat dari RT yang dipimpimnnya merasa senang dengan kegiatan yang diadakan oleh PKB ini, apalagi RT yang dia pimpin tersebut dekat dengan anak sungai sehingga memungkinkan banyak selokan-selokan berair yang menjadi bersarangnya nyamuk.

“Kita selaku masyarakat tentu saja gembira dengan kegiatan ini, apalagi RT yang saya pimpin tersebut dekat dengan parit yang menjadi sarang-sarang nyamuk selain itu di RT saya tersebut cukup banyak terdapat anak-anak yang rawan terhadap penyakit DBD, dengan terlaksananya kegiatan yang diadakan PKB ini saya berharap agar tidak ada lagi masyarakat saya yang terkena penyakit DBD khususnya anak-anak yang seringterkena penyakit tersebut,” kata Yogi, ketua RT 05.

Dari pantauan, terlihat banyak anak-anak yang berlari-larian mengikuti petugas yang menyemprotkan asap fogging tersebut. Mereka terlihat gembira dan senang melihat asap yang akan menghindarkan mereka dari nyamuk, dengan demikian tentu mereka akan terhindar pula dari penyakit DBD yang sering diderita oleh anak-anak seusia mereka. (Wawan)

Iklan

Selamatkan Asset GCM

Posted on

http://www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – PT Gemilang Citra Mandiri, setakat ini memang hanya tinggal nama. Tapi yang paling penting dilakukan oleh masyarakat Inhil adalah menyelamatkan berbagai asset yang masih tersisa. Sebab bagaimapun juga anggaran pembelian tentunya mnggunakan uang GCM yang notabene adalah uang rakyat.
Informasi yang didapat oleh http://www.detikriau.wordpress.com, ada beberapa asset berharga yang masih bisa diselamatkan diantara sebuah kendaraan operasional Kijang Kristal BM 1338 TD yang sekarang masih berada di Tembilahan dan dipakai oleh salah seorang fungsionaris partai berkuasa. Selain itu, masih ada lagi asset berupa tanah yang tersebar di beberapa tempat, seperti di Sungai Piring ibu kota Kecamatan Batang Tuaka dan di Kecamatan Tempuling.
Menurut salah seorang mantan karyawan PT GCM yang tidak mau disebutkan namanya kepada http://www.detikriau.wordpress.com, asset tersebut diketahui diatasnamakan milik Zainul Ikhwan, Mantan Direktur Utama PT GCM yang kini menjabat sebaagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau yang sekarang berdomisili di Pekanbaru. “Mobil kijang Kristal tersebut karena saya selamatkan ketika itu dengan membawa lari ke Pekanbaru. Kalau pada saat itu tidak saya bawa lari, alamat juga mobil tersebut akan raib,” katanya.
Sementara itu asset kantor lainnya, berupa perangkat elektronik seperti PC komputer, laptop dan sebagainya sudah dibawa masing-masing oleh pegawai PT GCM saat diketahui keberadaan perusahaan ini akan gulung tikar.
“Makanya yang terpenting saat ini bagaimana menyelamatkan asset yang masih tersisa, karena itu milik daerah dan selanjutnya tentunya memintakan pertanggungjawaban atas penggunaan uang rakyat tersebut.” katanya lagi. (suf)

Masyarakat Desa Selat Nama Kecewa Lahan Sawit K2i Berganti Hamparan Pohon Nifah

Posted on

http://www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Rasa sedih, marah, kecewa, itulah gambaran untuk mencerminkan perasaan hati masyarakat Desa Selat Nama, Kecamatan Tanah Merah bila melihat ratusan hektar bekas lahan K2i yang sekarang hanya ditumbuhi oleh ribuan batang pohon nifah. Padahal sebelumnya, masyarakat sudah membangun asa yang sedemikian tinggi untuk mampu merobah nasib mereka kalau nantinya proyek kebun K2i di Desa mereka berhasil. Namun kini impian itu hanya jadi sekedar bunga mimpi.

Sekedar rilis kebelakang, sekitar tahun 2006-2007 yang lalu, Pemrov Riau dan juga Pemkab Inhil telah menjalin kerjasama untuk pembuatan kebun K2i yang memang menjadi program priotas utama. Hampir sebagian besar belanja pembangunan diarahkan kesektor tersebut. Karena memang program ini dinilai sangat baik untuk memperbaiki taraf kehidupan masyarakat.

Seperti juga di Inhil, pada ketika itu Pemkab Inhil mendapat proyek pembangunan kebun sawit K2i melalui dana sharing dengan Provinsi Riau dengan pagu dana sekitar 3.9 milyar denagn luasan areal 450 hektar di Desa Selat Nama Kecamatan Tanah merah. Tentunya proyek tersebut disambut suka cita oleh masyarakat karena dipandang punya prospek cerah bagi kehidupan mereka kedepan.

Tapi dengan berjalannya waktu, apa yang diimpinkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Ratusan hektar kebun K2i ternyata membuah kekecewaan yang mendalam. Entah karena kesalahan siapa, apakah manusia selaku pelaksana, ataukah memang alam disana yang tidak mendukung untuk dilaksanakan proyek tersebut.

“Sekarang ratusan hektar hamparan lahan kebun sawit K2i yang pernah menjadi impian masyarakat untuk merobah nasib telah berganti dengan ribuan batang pohon nifah yang tumbuh subur. Terus terang, tidak bisa saya gambarkan bagaimana perasaan masyarakat di Sesa Selat Nama, ketika lewat dan memandang bekas lahan tersebut,” kata Yadi salah seorang warga disana kepada http://www.detikriau.wordpress.com melalui HP Rabu, (20/7).

Masih menurutnya, ada banyak faktor memang yang menyebabkan proyek tersebut gagal. salah satunya adalah perencanaan yang tidak matang. Sebelum dilaksanakan, sarana pendukung seperti tanggul dan lainnya tidak diperhatikan dengan seksama. Padahal itu adalah hal yang sangat fital, karena Desa Selat Nama adalah kawasan pesisir yang mudah terkena intrusi air laut.

Selain itu, orang-orang yang ditunjuk dan melaksanakan proyek tersebut terkesan hanya mengambil keuntungan tanpa memikirkan keberhasilan proyek yang dimaksud. Makanya didalam pelaksanaan, terkesan asal jadi.

Selain itu, memang kawasan ini adalah kawasan pesisir, tentunya sangat mudah untuk terkena terjangan air asin, meski telah disiapkan tanggul yang cukup baik untuk menahannya.

“Rasanya untuk kegagalan proyek kebun K2i di desa kita, adalah komplikasi semua bentuk permasalahan yang saya sebutkan di atas. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah meratapi kegagalan yang terjadi,” imbuhnya. (Nejad)

Kerusakan Jalan Penghubung Sungai Luar ke Sungai Piring Jadi Keluhan

Posted on

http://www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kerusakan jalan lintas dari sungai luar ke sungai piring dari hari kehari semakin mengkhatirkan. Banyaknya lubang-lubang dan hancurnya badan jalan semakin mempersulit masyarakat yang sering melintasinya dalam berpergian.
Infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah, banyak sekali orang yang demi memenuhi kebutuhan hidupnya dari adanya jalan penghubung dari suatu daerah kedaerah lain. jika infrastruktur jalan tersebut baik maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonmi daerah tersebut akan baik pula.
Kerusakan jalan sungai luar ke sungai piring ini yang paling dampak kesulitan dalam melintasi jalan tersebut adalah para pedagang keliling yang mengejar pasar dalam berdagang. “Sebagai pedagang keliling yang mengejar pasar dalam berdagang tentu saja kami merasakan kesulitan yang berat dalam melintasi jalan dari sungai piring menuju sungai luar tersebut. Orang yang tidak membawa barang saja merasakan sulit apalagi kami yang membawa barang dagangan,” kata Yani, salah seorang pedagang keliling yang sering membawa dagangannya kedesa-desa dengan melintasi jalan tersebut, selasa (19/07).
Kerusakan jalan tersebut disamping merugikan banyak pihak, namun ternyata membawa keberuntungan di pihak lain. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa warga yang menarik keuntungan dari kerusakan jalan tersebut dengan cara memperbaiki dan menimbun jalan-jalan yang rusak parah dan berlobang besar.
“Ada beberapa warga yang memperbaiki dan menimbun dibeberapa titik yang rusak parah dan berlobang. Dari pekerjaan yang telah dilakukan itu, mereka meletakkan kotak di tengah jalan untuk meminta kepada pengguna jalan sebagai pengganti biaya perbaikan,” katanya.
Apa yang dilakukan oleh warga tersebut walau cukup menjengkelkan menurutnya masih bisa ditolerir karena apa yang mereka perbuat ini dinilai lebih baik dan lebih bertanggung jawab dari apa yang dilakukan oleh pemerintah.
“Saya berkata demikian karena dalam hal ini mereka meletakkan kotak sumbangan tersebut sambil berkerja dan hasil kerja mereka kelihatan, sedangkan dengan pemerintah, pajak kendaraan dibayar oleh masyarakat dengan biaya yang sudah ditentukan namun hasilnya tidak ada,” katanya lagi.
Berapa banyak pajak yang sudah dibayar oleh masyarakat yang tinggal didaerah teluk pinang, sungai piring dan masih banyak desa-desa lagi yang menggunakan jalan tersebut untuk pergi ke kota tembilahan setiap tahunnya tapi jalan yang mereka bayar pajak tersebut tidak kunjung diperbaiki bahkan dibiarkan bertambah rusak.
“Mereka yang bayar pajak kendaraan tersebut tentu ingin jalan yang mereka lewati bagus. Apakah mereka hanya dituntut untuk melakukan kewajibannya saja tapi hak mereka tidak dipenuhi oleh pemerintah?,” katanya penuh tanda tanya.
Mereka, para pejabat digaji mahal dari uang hasil pajak, sedangkan pajak dibayar oleh rakyat, sangat ironis kelihatannya jika para pejabat yang sudah digaji mahal dan berpendidikan namun tidak menjalankan fungsinya. Pejabat seperti ini terkesan tidak punya tanggungjawab atas uang rakyat yang menjadi gaji mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya..
“Lihat saja warga yang memperbaiki jalan tersebut, mereka yang tidak berpendidikan tinggi dan tidak mendapat sumbangan yang banyak dari para pengendara yang lewat, tapi mereka tetap berkerja dengan semangat tidak perduli panasnya terik mentari, mereka jauh lebih mempunyai rasa berterimakasih dan rasa tanggung jawab dibandingkan dengan para pejabat yang digaji mahal dan berkerja dengan enak dan tenang dibalik meja yang bagus dan diruangan ber AC,” imbuhnya. (Wawan)

Pejabat Resah Beredar Isu Data GCM Akan Diserahkan ke KPK

Posted on Updated on

http://www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kasus PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) terus menggelinding bak bola api, yang membakar mereka yang terkena. Para pejabat yang terindikasi terlibat aliran dana GCM semakin gerah dengan diangkatnya persoalan ini secara berkelanjutan oleh beberapa media cetak maupun elektronik.

Belakangan ini beredar kabar bahwa data perampokan uang rakyat lewat PT GCM berkemungkinan akan diberikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan, disebabkan adanya krisis kepercayaan masyarakat Inhil terhadap aparat penegak hukum di “Kota Seribu Jembatan” atas penangan kasus korupsi yang melibatkan pejabat teras.

Apalagi diketahui, kasus GCM sudah pernah masuk di Kejaksaan Negeri Tembilahan pada suatu ketika, dimana pada saat itu Kepala Kejaksaan dijabat M Rasul SH, dan Kasi Pidsusnya dipegang oleh Erwan SH. hingga berganti kepala Kejaksaan dan Kasi Pidus, kasus juga hilang bak “embun dipagi hari yang sirna oleh sang surya”.

“Saya memang ada mendengar rumor, bahwa data GCM akan diserahkan ke KPK. Hanya saja sampai saat ini siapa dan dari elemen mana yang akan menyerahkan data tersebut belum diketahui secara pasti,” kata Joni Faisal SH, pemerhati sosial di kota Tembilahan saat berbincang-bincang dengan http://www.indragirinews.wordpress.com, Selasa, (19/7).

Masih menurutnya, langkah seperti itu adalah jalan terbaik untuk menyeret mereka yang bertanggungjawab atas perampokan uang rakyat yang dilakukan lewat GCM. Sebab, upaya hukum sudah pernah dilakukan lewat Kejaksaan. Sayangnya, setelah sekian lama belum ada titik terang upaya pengungkapan kasus tersebut di meja hijau.

Masih menurutnya, memang harus ada pihak yang bisa mendobrak persoalan korupsi ini hingga ke KPK. Sebab, disinyalir cukup banyak dugaan korupsi yang terjadi di Inhil, tapi selalu tidak ada tindakan hukum bagi mereka, kecuali pejabat kecil yang diduga dikorbankan demi menyelamatkan atasan mereka.

Ketika disinggung dengan nasib Indra Muchlis Adnan, kalau memang data tersebut diserahkan ke KPK, dan ternyata KPK menindaklanjutinya menurut Joni sudah jelas akan mengancam yang bersangkutan. Karena diketahui yang bersangkutan adalah pendiri perusahaan, dan orang yang duduk sebagai Dirut Zainul Ikhwan Ketua Komisi Peniyaran Indinesia Daerah (KPID) provinsi Riau adalah orang kepercayaan Bupati.

Selain itu sianyalemen yang beredar adanya aliran dana untuk kepentingan Indra Muchlis Adnan seperti dari Humas untuk pembuatan buku Bupati dan proyek fiktif pembuatan UHF yang ditengarai malah dialihkan untuk Indra Televisi milik yang bersangkutan, televisi lokal yang pernah siaran beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

“Kalau memang data tersebut sampai ke KPK dan ada tindaklanjutnya, sudah jelas persoalan GCM, bisa menjadi batu sandungan Indra kedepan, terutama Pilgubri mendatang,” ujar Joni Faisal.

Apalagi sebelumnya salah seorang anggota dewan Edi Gunawan, memang mendukung agar persoalan GCM ini diserahkan ke KPK, agar penanganannya bisa tuntas. ” Kasihkan aja datanya ke KPK,” ujar Asun biasa disapa oleh rekan-rekan anggota dewan saat berbincang-bincang dengan wartawan. (suf)

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Perwakilan Inhil Superto Drs HM Thaher Sudah Sering Bersikap Arogan

Posted on

http://www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sikap mantan Kabag Humas yang sekarang menjabat sebagai Kadiskominfo Drs HM Thaher, terus mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi wartawan. Kali ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir yang mengecam arogansi pejabat yang bersangkutan.

“Sangat tidak pantas seorang pejabat mengeluarkan statemen seperti itu. Meskinya, ketika ada seorang wartawan ingin melakukan konfirmasi, layanilah secara baik. Supaya jangan sampai nantinya ada anggapan bahwa wartawan dalam melakukan pemberitaan terkesan sepihak, padahal wartawan yang bersangkutan sudah melakukan konfirmasi,” kata Wakil Ketua Bidang Pembelaan wartawan PWI Perwakilan Kabupaten Inhil Superto, kepada http://www.indragirinews.wordpress.com, di Tembilahan, Selasa, (19/7).

Masih menurut Pimred Info Inhil tersebut, kejadian yang menimpa wartawan http://www.indragirinews.wordpress.com kali ini adalah untuk yang kesekian kalinya. Sebelumnya dalam kasus yang hampir serupa, yang bersangkutan juga melakukan hal yang sama, dengan mengedepankan arogansi dan sikap emosional. Bahkan dalam kasus lainnya sikap yang bersangkutan terkesan lebih parah dan sudah ada kesan mengancam.

Kejadian ini tentunya menjadi preseden buruk bagi kebebesan pers di Inhil yang diatur oleh UU No 40 tahun 1999. Padahal didalam UU sudah jelas diatur terkait dengan pemberitaan, sehingga kalau ada pemberitaan yang kesannya tidak sesuai, silahkan gunakan hak jawab seperti yang diatur.

Tapi yang kita lihat, dalam banyak kasus yang terjadi antara wartawan dengan mantan Kabag Humas tersebut, selalu saja sikap emosional yang ditonjolkan. “Bayangkan saja, apa maksud yang bersangkutan mengatakan kalimat silahkan bunuh saya, saat dikonfirmasi wartawan,” kata Perto biasa ia disapa oleh pekerja pers di Inhil.

Masih menurutnya, sikap yang ditampilkan oleh HM Thaher mengindikasikan yang bersangkutan merasa kuat dan dekat dengan penguasa yang ada sekarang. Sehingga apapun yang dilakukan, tidak akan pernah mendapat sanksi oleh atasan. “Karena merasa kuat, makanya Thaher sering berulah dan terkesan mendiskreditkan wartawan tertentu,” tukasnya. (suf)

Mayat Nenek Lansia Ditemukan Terbujur kaku

Posted on

http://www.indragirinews.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Suasana hening di jalan Subrantas Lorong Pinus Indah Parit 15 Kota Tembilahan, tiba-tiba menjadi heboh. Pasalnya sekitar pukul 11.00 WIB pada Selasa (19/7), ditemukan adanya sesosok mayat perempuan seorang nenek yang diketahui bernama Safiyah berusia sekitar 84 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa dipinggir aliran air Parit 15.
Berdasarkan keterangan Safarudin (43) salah satu anak korban kepada Wartawan menuturkan bahwa untuk penyebab yang pasti meninggalnya ibu kandungnya, dirinya belum tahu, namun dugaan sementara karena ibunya jatuh lalu tidak ada yang menolong dan meninggal dunia
“Saya belum tahu penyebab meninggalnya ibu saya, namun dugaaan sementara karena akibat jatuh dan tidak ada yang tahu sehingga ia sampai meninggal dunia” ujar Safarudin
Bahkan Safarudin juga menjelaskan dalam keseharian ibu kandungnya hidup sendiri didalam rumahnya yang berada Lorong Cemara Parit 15, tidak jauh dari lokasi tempat ditemukan mayat korban
Saat ditanya kapan terakhir ketemu dengan ibunya, Ia mengatakan 1 hari sebelumnya dirinya masih bertemu dirumahnya dan masih dalam kondisi sehat dan tidak mengeluh apa-apa, “Saya bertemu kemarin masih dalam kondisi sehat dan tidak ada yang dikeluhkan” katanya
Sebagai anak Ia mengaku sudah berusaha untuk membujuk orang tuanya untuk tinggal bersama dirinya atau anak lainnya, namun pada kenyataannya ibu lebih memilih hidup sendiri, dari pada bersama anaknya, keluhnya
Sementara itu Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK melalui Kanit I Ipda Suerdi Faisal saat dilokasi melihat proses evakuasi kepada Wartawan menjelaskan untuk penyebab yang pasti kita masih belum tahu, sebab mayatnya masih dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum
“Kita masih belum tahu penyebabnya, yang jelas kita lihat dulu hasil visumnya dari petugas medis, setelah itu baru bisa kita ketahui apakah ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau tidak terkait meninggalnya korban” kata Ipda Suerdi Faisal. (Wawan)