Tanda-Tanda Kekayaan Seseorang tak Menggerus Imannya

Orang beriman yang kaya raya memiliki ciri tersendiri. Bagi orang beriman, kekayaan harta yang dipunyainya hanyalah menjadi sarana untuk meraih keridhaan Allah SWT. Lalu apa ciri orang kaya yang beriman?  Ada sejumlah ciri orang kaya yang beriman kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan di laman Islamweb. Berikut ini adalah empat ciri orang kaya yang beriman kepada Allah SWT:  1. MenyadariLanjutkan membaca “Tanda-Tanda Kekayaan Seseorang tak Menggerus Imannya”

Grand Syekh Al Azhar Mesir: Covid-19 Bukan Hukuman Allah SWT

JAKARTA –  Grand Syekh Al Azhar Mesir Prof Ahmad Muhammad At-Thayyib menegaskan, wabah virus corona jenis baru (Covid-19) bukanlah hukuman atau azab yang diberikan Allah. Sejumlah pandangan yang menyebut bahwa Covid-19 adalah hukuman dari Allah SWT dinilai sebagai hal yang keliru.

ILMU TAUHID: Melihat Corona dari Perspektif Aqidah dan Fiqih

Di tengah merebaknya virus Corona di dunia saat ini, selalu saja ada dua golongan yang ekstrem dalam bersikap. Salah satu pihak berlebihan dalam dalam mengantisipasi sehingga menimbulkan kepanikan, pihak lainnya berlebihan dalam meremehkannya hingga menimbulkan bahaya bagi yang lain. Terkait kepanikan, ini akan menimbulkan kerugian besar sehingga layak dihindari. Tapi terkait tindakan meremehkan, maka bukanLanjutkan membaca “ILMU TAUHID: Melihat Corona dari Perspektif Aqidah dan Fiqih”

Pesan Ustaz Arifin Ilham yang Selalu Diingat Jamaah

BOGOR — Gilman Heryanto (63), pria yang rajin menghadiri pengajian Ustaz Arifin Ilham di Masjid Az-Zikra di Sentul Bogor. Selama menghadiri pengajian itu, ada satu pesan yang selalu ia ingat. Ustaz Arifin Ilham menyampaikan kepada para jamaah dalam ceramahnya agar selalu berzikir meski berada dalam situasi sulit sekalipun.

Kisah Hidup: Introveksi Diri Sebelum Sesal Tiba.

“Tuhan, maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.” Detikriau.org – Penyesalan selalu datangnya terlambat. Saat rangkai kisah yang memompa rasa sesal dan salah ituLanjutkan membaca “Kisah Hidup: Introveksi Diri Sebelum Sesal Tiba.”

Doa Tatkala Dirundung Gundah, Sedih, dan Perasaan Tak Menentu

  اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي Allaahumma innii ‘abduka wabnuLanjutkan membaca “Doa Tatkala Dirundung Gundah, Sedih, dan Perasaan Tak Menentu”

Ustaz Arifin Ilham: Sudah tidak Shalat Shubuh, Tapi Rayakan Kemirisan

Oleh: Ustaz Muhammad Arifin Ilham JAKARTA — Dalam hitungan hari, kita akan meninggalkan 2014. Dan, kita yang telah tercahayai iman akan disuguhi hal-hal yang memiriskan hati. Inilah yang akan kita jumpai dari merayakan kemirisan itu. Akan kita temui, di sudut-sudut kampung begadang semalam suntuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan diteruskan hingga pagi menjelang. Dan, kebanyakanLanjutkan membaca “Ustaz Arifin Ilham: Sudah tidak Shalat Shubuh, Tapi Rayakan Kemirisan”

Kritik Lebih Bermanfaat Ketimbang Sanjung Puja

Pasal pertama: Pemimpin tak boleh dikritik. Pasal kedua: Pemimpin tak pernah salah. Pasal ketiga: Jika pemimpin salah maka harus kembali ke pasal pertama dan kedua. Bait Pasal yang dikutip dari laman republika.co.id itu pastilah bukan pasal sunguhan tetapi lebih kepada bahasa sindiran. Entah dimana salahnya, kenyataannya kini memang pemimpin kerap merasa gerah untuk dikritik. ApakahLanjutkan membaca “Kritik Lebih Bermanfaat Ketimbang Sanjung Puja”

Sakit Jiwa dan Kosongnya Kolom Agama

Oleh Ihshan Gumilar. Department of Experimental Psychology, Ghent University, Belgium “Saat ini di KTP-nya bisa dikosongkan dulu,” ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mencoba mengakomodasi warga negara yang agama dan kepercayaanya tidak tercantum di dalam undang-undang. “Berdasarkan Undang-undang (UU) baru enam agama. Kalau mau tambah, harus mengosongkan, nggak ada masalah,” imbuhnya lagi.