Tanda-Tanda Kekayaan Seseorang tak Menggerus Imannya

Kekayaan seharusnya tak menggerus keimanan seorang Muslim. Ilustrasi kekayaan
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra

Orang beriman yang kaya raya memiliki ciri tersendiri. Bagi orang beriman, kekayaan harta yang dipunyainya hanyalah menjadi sarana untuk meraih keridhaan Allah SWT. Lalu apa ciri orang kaya yang beriman? 

Ada sejumlah ciri orang kaya yang beriman kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan di laman Islamweb. Berikut ini adalah empat ciri orang kaya yang beriman kepada Allah SWT: 

1. Menyadari kesempurnaan hanya milik Allah SWT

Orang kaya yang beriman sadar akan kekurangannya. Dia juga sadar bahwa kesempurnaan atas kekayaan hanyalah milik Allah SWT yang mampu menampung semua makhluk tanpa mengurangi miliknya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: قال الله عز وجل: يد الله ملأى، لا تغيضها نفقة، سحاء الليل والنهار، أرأيتم ما أنفق منذ خلق السماء والأرض، فإنه لم يغض ما في يده

“Tangan Allah selalu penuh, tidak kurang karena memberi nafkah, dan selalu dermawan baik siang maupun malam.” 

Lalu beliau SAW bersabda lagi, “Bukankah kalian telah melihat apa yang dibelanjakan-Nya semenjak Dia mencipta langit dan bumi, dan tidak berkurang sedikit pun apa yang di tangan-Nya?” (HR Bukhari)

2. Berjuang untuk Taat pada Allah SWT

Karena kesempurnaan kekayaan hanyalah milik Allah SWT, ketaatan dari seorang hamba sebetulnya tidak menguntungkan-Nya. Bahkan maksiat yang dilakukan oleh pelaku maksiat pun tidak merugikan-Nya. Maka, semua kembali pada diri hamba-Nya.

Karena itu pula, bila seorang hamba mengikuti kebenarannya sendiri, dan jika dia patuh pada kebatilan, maka ia akan menuai hasil perbuatannya. 

Allah SWT berfirman: 

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ “Dan siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS Al-Ankabut: 6) Allah SWT juga berfirman: 

وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ “…Dan siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.” (QS An-Naml: 40)

3. Rendah hati

Orang kaya yang beriman maka dia senantiasa merenungi sifat kaya Allah SWT. Dengan demikian, dia akan mendapat warisa sifat berupa kerendahan hati agar tidak menjadi sombong dan bangga dengan apa yang Allah SWT karuniakan kepadanya. 

Karena itu jugalah, dia akan senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT pada dirinya. Dia tidak kufur nikmat dan tidak pula menyangkal bahwa harta ini adalah berkah dari Allah SWT. Seberapa besar kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki, dia akan tetap merasa sebagai hamba yang berkekurangan di mata Allah SWT.

sumber: Islamweb / Republika

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.