Kami sampaikan kabar untuk anda

Efek Vaksin Covid-19: Pegal hingga Demam

“Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Indonesia Maju jadi golongan pertama yang akan disuntik pada rabu (13/1), kemudian pada Kamis (14/1), vaksinasi massal dimulai di seluruh daerah”

Harus Ada Yang Tanggung Jawab Atas Program Vaksinasi, Jangan Cuci Tangan!

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap efek samping vaksin Covid-19. (Biro Setpres/Rusman)

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin Covid-19 kemungkinan bakal memberi efek samping mulai dari pegal hingga demam.

Budi menyebut efek samping tersebut perlu menjadi perhatian kepala daerah. Ia pun meminta tenaga kesehatan tidak disuntik vaksin dalam satu waktu.

“Arahan dari Bapak Presiden, karena kemungkinan akan ada sedikit dampak, misalnya pegal sedikit, demam sedikit, jadi dalam satu Puskesmas, misalnya ada empat perawat, jangan sampai di hari yang sama kita vaksin semua,” kata Budi dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Vaksinasi Covid-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (5/1).

Budi meminta vaksinasi untuk tenaga kesehatan di setiap fasilitas kesehatan dibagi dalam dua tahap. Hal ini guna memberi kesempatan istirahat bagi tenaga kesehatan yang mengalami efek samping vaksin Covid-19.

Mantan Dirut Bank Mandiri itu menjelaskan vaksinasi akan dimulai pada Rabu (13/1) di Jakarta. Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Indonesia Maju jadi golongan pertama yang akan disuntik.

Kemudian pada Kamis (14/1), vaksinasi massal dimulai di seluruh daerah. Kepala daerah, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan akan jadi prioritas dalam vaksinasi.

“Pada saat penyuntikan tenaga kesehatan, tolong kepala daerah, bapak/ibu gubernur, turun untuk membangkitkan confidence ke masyarakat,” ujar Budi.

“Kalau ada tokoh kesehatan atau figur dokter yang berpengaruh, misalnya, untuk diikutsertakan,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Indonesia memilih vaksinasi sebagai jalan keluar dari pandemi Covid-19. Sebanyak 181 juta orang penduduk akan mendapat dua dosis vaksin secara bertahap dalam kurun 3,5 tahun.

Meski vaksinasi akan segera dimulai, izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) belum diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Harus Ada Yang Tanggung Jawab Atas Program Vaksinasi, Jangan Cuci Tangan!

Program vaksinasi yang akan dimulai pemerintah pada awal tahun ini berhubungan erat dengan jutaan nyawa manusia. Untuk itu harus ada pihak yang ditunjuk untuk menjadi bertanggung jawab.

Begitu desakan dari Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (5/1). Dia tidak ingin pemerintah abai pada proses vaksinasi ini.

“Karena nyangkut nyawa juta-juta orang, pemerintah harus nunjuk siapa tanggung jawab jika terjadi apa-apa pada rakyat yang divaksin. Jangan seperti biasa, cuci tangan,” tegasnya.

Mantan Jurubicara Presiden Gus Dur ini meminta kepada pemerintah agar negara memberi jaminan asuransi bagi mereka yang divaksin. Sehingga program vaksinasi bisa berjalan lancar.

“Untuk redam kecemasan rakyat yang tidak percaya vaksin dari rezim,” sambungnya.

Sebanyak 3 juta dosis vaksin buatan Sinovac telah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia. Hanya saja, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito mengingatkan bahwa vaksin itu belum boleh disuntikkan.

Ini lantaran vaksin Sinovac belum memperoleh izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization, EUA).

cnn Indonesia/rmol/detikriau.org

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.