Progres Pembangunan dan Rehab RSUD PH Disebut Baru Capai 38%, Termin 70%, Benarkah? Berikut Penjelasan dr Saut

foto: Ist/detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Proyek Pembangunan dan Rehab RSUD Puri Husada Tembilahan dihembuskan “berita” tak sedap. Dikabarkan, capaian pekerjaan proyek Rumah Sakit plat merah milik Pemkab Inhil yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp42 miliar lebih ini baru mencapai 38 % namun pembayaran kepada rekanan sudah disalurkan 70%.

Menurut keterangan sumber detikriau.org, pekerjaan proyek yang dimenangkan oleh perusahaan yang berkantor di Jakarta ini pada awalnya disepakati untuk dilaksanakan melalui kantor cabang di Pekanbaru – Riau.

Berbekal Kontrak Kerja No 027.2/RSUD-PERJ/2569.A tertanggal 6 Juli 2020, pekerjaan-pun dimulai dengan tidak melakukan pengambilan uang muka.

Sekira akhir bulan November 2020 menurut keterangan sumber, dengan progres pekerjaan mencapai 38%, diajukan pencairan sebesar 30%.

“setelah pencairan 30% ini ada masalah internal dikeuangan sehingga pekerjaan sempat terhenti. Makanya kemaren sempat heboh, upah buruh pekerja tidak terbayarkan, diantaranya, ini sebabnya,” Dikatakan sumber yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan menyampaikan kepada detikriau.org, rabu (23/12)

Sumber melanjutkan, berselang beberapa waktu, kantor pusat di Jakarta memutuskan untuk menarik pelaksanaan pekerjaan dari kantor cabang di Pekanbaru ke Kantor Pusat di Jakarta.

“Pelaksana pekerjaan melalui kantor cabang tidak keberatan, namun mereka menuntut kantor pusat membayarkan penuh hak mereka sesuai progres pekerjaan (38% red) karena seluruh keperluan proyek dibiayai oleh kuasa pelaksana pada kantor cabang, bukan perusahaan di Jakarta”

“nilai 38% itu belum termasuk perhitungan sejumlah material proyek yang belum terpasang”

Sumber menyebutkan, permasalahan internal ini sempat dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, dan saat itu clear, karena kantor di Jakarta menyepakati untuk memenuhi hak yang dimintakan pelaksana melalui kantor cabang.

“Pemkab saat itu juga meminta pekerjaan segera dilanjutkan dan juga disetujui kantor di Jakarta”

“Namun nyatanya pekerjaan baru mulai dilaksanakan hari ini, rabu tanggal 23 Desember 2020.”

Masih menurut keterangan sumber, anehnya setelah sempat terhenti dan sama sekali tidak ada aktifitas pekerjaan dilapangan sejak timbulnya masalah keuangan, per tanggal 18 Desember 2020 terbit Surat Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan yang menyatakan bobot pekerjaan sampai dengan minggu ke 35 (14 Desember – 17 Desember 2020) telah mencapai 75,110% dan diajukan pencairan termin 70%.

“progress pekerjaan untuk proyek seperti itu peningkatan per harinya maksimal hanya 1 %. Sejak kisruh internal, seluruh pekerjaan terhenti pada bobot pekerjaan 38%. Dan baru dimulai hari ini. Lantas darimana capaian 75% lebih itu? Dan bahkan dilakukan termin 70%. Saya pastikan ada yang tidak benar”

“Saya punya seluruh bukti apa yang saya sampaikan ini, nanti saya kirim,” Ujar sumber mengakhiri.

Terkait informasi ini, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan dikonfirmasi detikriau.org menerangkan dana pencairan 70% tersebut masih ditahan dan belum diterima rekanan pelaksana.

Diterangkan dr Saut, kontrak kerja akan berakhir pada tanggal 27 Desember 2020, dr Saut meyakini bobot pekerjaan akan mencapai 75% bahkan lebih pada akhir masa kontrak.

“Saat ini beberapa pekerjaan lainnya, seperti pengadaan lift/Elevator dan IPAL sedang dalam perjalanan,  Tambahan item pekerjaan seperti itu diantaranya yang akan memenuhi bobot pekerjaan 75% bahkan lebih.  Saat ini masih berproses,” ujar dr Saut

Pihak RSUD Puri Husada ditambahakan dr Saut saat ini berupaya maksimal agar pekerjaan bisa diselesaikan.

“Kelanjutkan pekerjaan akan diteruskan di tahun 2021, namanya pemberian kesempatan penyelesaian”

“Pembangunan Rumah Sakit ini harus selesai. Jika tidak tuntas, ketersedian DAK ditarik kembali oleh Pemerintah Pusat, entah kapan lagi kita bisa dapat duit untuk membangun rumah sakit yang refresentatif,” Akhiri dr Saut.

Reporter: Faisal

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.