Kami sampaikan kabar untuk anda

Miris, enam korban jiwa kebakaran di Wisma Abu ditemukan dalam kondisi bertumpuk.

“berikut rincian identitas korban”

Tembilahan, detikriau.org – Amukan jago merah yang mebakar hangus sebuah Wisma dan sejumlah bangunan berhampiran di jalan H Sadri Kecamatan Tembilahan menelan enam korban jiwa. Lima orang pria dan seorang wanita.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, peristiwa kebakaran ini awalnya diketahui  Andi (23) warga jalan Sederhana Kec Tembilahan Hulu.

Andi yang juga bekerja sebagai kasir di Wisma Abu ini, sekira pukul 18.45 Wib, senin (14/12), mengetuk pintu kamar Andi Mulyadi (37) warga jalan Pintu Air Kec Tembilahan dan memintanya untuk mematikan sekring listrik karena mendengar teriakan kebakaran disamping rumahnya.

Saat Andi Mulyadi keluar dari rumahnya yang berhampiran dengan Wisma Abu, ia menyaksikan api sudah membakar bagian depan bangunan Wisma tersebut. Seketika saksi meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api.

Namun api dengan cepat membesar dan akhirnya baru berhasil dipadamkan sekira pukul 19.30 Wib setelah mendapatkan bantuan pemadaman dari tiga unit obil damkar milik Pemkab Inhil.

“Penyebab awal kebakaran diduga dari konsleting listrik di bagian receptionis lobbi depan,” Ujar Kapolres, senin malam.

Kapolres menambahkan, dari enam korban jiwa, lima orang pria dan seorang wanita. Dirincikannya, kelima korban pria adalah Sahruji (24) Mahasiswa warga Desa Parit Kemang, Kec. Gaung, Kab. Inhil. Selanjutnya Heldi Gustyawan (18) Pelajar, warga Desa Pangkalan Batang Barat Kec Bengkalis, Kab Bengkalis. Kemudian Ilham Novariansyah (20) , Islam, warga Desa Bira, Kec. Bonto Bahari, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi Selatan. Kamaludin (36) warga Desa Lahang Baru Kec. Gaung, Kab. Inhil, dan Mahyuni (42) warga Desa Tegal Rejo Jaya Kec Pelangiran, Kab. Inhil.

Sedangkan korban wanita adalah Nurhaliza (21) warga Desa Batang Tumu Kec. Mandah, Kab. Inhil

“Keenam korban ditemukan petugas Damkar di ujung lorong lantai 2 dalam kondisi bertumpuk, diduga keenamnya meninggal dunia akibat kekurangan oksigen (luka bakar ringan), korban dalam kondisi terjebak dikarenakan bagian belakang lantai 2 tertutup tembok dan tidak bisa turun (kondisi api sudah membesar di bagian tangga dan lantai 1).”Tutup Kapolres./dro

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.