Kami sampaikan kabar untuk anda

Sukses lagi, kali ini Polda Riau “rampas” 20 kg shabu

“Amankan jalur distribusi, salah seorang pelaku mengaku sebagai anggota polisi dan anggota BNN dengan imbalan upah 40 juta rupiah”

“dua orang pelaku diringkus dan satu orang tewas ditembak serta seorang pengendali meninggal dunia di lapas Pekanbaru”

Foto: Arsip Polda Riau/Ist

Pekanbaru, detikriau.org  –  Tim Harimau Kampar Polda Riau berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis Sabu di dua lokasi berbeda, jalan Arifin Ahmad  sepahat Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis dan di Kaanzaha kost dijalan Akasia Kabupaten Pelalawan pada senin (9/11) sekira pukul 02.00 Wib dinihari. Kali ini Polisi berhasil menyita barang bukti narkotika berupa shabu seberat 20 kg.

Keterangan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi, sindikat pengedar barang haram ini berada dibawah kendali SE, seorang narapidana narkoba di Lapas Pekanbaru (meninggal dunia disebabkan sakit).

“Dua orang kita ringkus, SB warga Bengkalis dan SS warga Pematang Siantar Provinsi Sumut. Seorang lainnya, HE warga Pekanbaru meninggal dunia dalam penangkapan,” Disampaikan Kapolda dalam rilis pers

Kapolda menambahkan, 20 kg shabu dalam bungkus besar teh hijau tersebut dikemas di dalam bungkusan Milo.

Selain barang bukti narkotika, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 2 unit kendaraan roda empat, 5 unit telepon genggam, berikut 1 buah dompet yang berisikan 2 kartu ATM.

Diterangkan Kapolda, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan akan adanya seseorang yang membawa narkotika dari Rupat ke Kota Dumai.

Informasi yang sangat berharga tersebut ditindaklanjuti oleh tim dengan melakukan penyelidikan selama lebih kurang 14 hari di wilayah pulau Rupat Bengkalis dan Kota Dumai.

Selanjutnya pada senin (9/11), team Harimau Kampar yang di backup Satuan Narkoba Polres Dumai melakukan  pembuntutan terhadap mobil yang dicurigai, jenis avanza berwarna hitam BM 1103 VV yang berisi dua orang Pelaku.

Sesampainya dijalan Arifin Ahmad Sepahat Kecamatan Bukit Baru Bengkalis dilakukan upaya penghadangan, namun para pelaku mencoba melarikan diri dengan cara menyerempet  mobil tim dan menabrak depan mobil petugas sehingga diambil tindak tegas dan terukur dengan tembakan kearah kendaraan tersebut dan mengenai pengemudi  kendaraan tersebut.

Selanjutnya Tim menangkap tersangka SB  yang posisinya berada disamping pengemudi dan setelah dilakukan penggeledahan kendaraan didapati barang bukti 20 kg narkotika jenis shabu.

Berdasarkan keterangan SB, selanjutnya  Tim melakukan penggembangan ke wilayah Polres Pelalawan, tepatnya sebuah Kos home stay di kabupaten Pelalawan  dan berhasil melakukan penangkapan tersangka SS  yang berperan sebagai pengawal dan juga mengaku sebagai anggota Polisi dan anggota BNN dengan mendapatkan upah Rp 40 Juta.

“Hari ini Tim Harimau Kampar berhasil mengungkap kasus narkoba diwilayah Bengkalis dan Pelalawan pada jam 02.00 wib yang melibatkan 4 pelaku, 2 diantaranya meninggal dunia. Para pelaku menggunakan cara baru yaitu membungkus barang bukti dengan bungkusan milo, dan salah satu pelaku SS ini mengaku sebagai anggota Polri dan kendaraan ini rencananya akan diganti dengan plat dinas Kepolisian”, papar Irjen Agung.

“Kita melakukan penghadangan dari rencana bandar memasukan 20 kg sabu ke Pekanbaru dan kita tahu bahwa yang bersangkutan sudah menyiapkan untuk memasukan barang ini dari bengkalis tepatnya di kec bukit batu dengan cara yang sudah semakin baik memperbaiki cara-cara lama yang bisa kita endus, mereka melakukan upaya dengan lebih rapi lagi yaitu dengan menyiapkan pengamanan wilayah dan rute perjalanan dari bengkalis menuju pekanbaru supaya aman”, lanjut Irjen Agung

SE, Seorang naraidana narkoba di Lapas Pekanbaru sebagai pengendali upaya memasukan barang haram ini dari bengkalis menuju pekanbaru dengan bekerja sama dengan SB dan HE. Mereka telah dua kali mencoba namun gagal dan ini adalah upaya ke tiga dengan mengajak SS untuk mengawal.

“SS ini yang mengatur dan memastikan bahwa di perjalanan sudah diamankan semua sampai ke Pekanbaru”, terang Agung.

“Namun saya yakinkan bahw kita akan lakukan pengejaran dan menemukan para pelaku dimanapun mereka bersembunyi”,  tutup Irjen Pol Agung./dro

colocasia tea cup/ Koleksi Nadien Farm, Tembilahan Hulu-Inhil-Riau/WA +62 852-6315-9570

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.