Kami sampaikan kabar untuk anda

Berikan klarifikasi, tenaga pendidik sebut “pindah sekolah” atas kemauan Sulaiman

“Ketua Komisi IV DPRD Inhil :  Masa pandemi covid-19, untuk pendidikan, amanah Negara bukan menekankan pada prestasi”

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Sekolah SMAN 1 Tembilahan Hulu, Faridah menyebutkan bahwa sanksi yang diberikan kepada anak didiknya “Sulaiman” tidak diberlakukan secara sepihak tetapi melalui proses penilaian panjang dan merupakan kehendak yang dipilih sendiri oleh yang bersangkutan.

Faridah juga membantah pernyataan orang tua sulaiman dalam pemberitaan media yang menggunakan kata “dikeluarkan”. Menurutnya yang tepat adalah “dipindahkan atau pindah”.

“pindah itu juga atas kemauan sendiri si anak didik, tidak ada paksaan,”ujar Faridah dalam pertemuan khusus terkait persoalan ini di gedung SMAN 1 jalan Sapta Marga Tembilahan Hulu, senin (2/10)

Juga turut hadir dalam pertemuan ini, Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino, Kapolsek Tembilahan Hulu, Dewan Pendidikan, NGO, orang tua Sulaiman dan sejumlah awak media.

Dilanjutkannya, proses penilaian hingga pemberian sanksi kepada Sulaiman dilakukan dalam rentang waktu yang cukup panjang. Ia menyebut melakukan serah terima sebagai Plt Kepsek SMAN 1 Tembilahan Hulu pada 15 september 2020, sedangkan proses penilaian terhadap Sulaiman sudah berjalan sebelum itu.

“artinya saya hanya mengambil peran dihujungnya. Penilaian sudah berjalan sebelum saya dikukuhkan sebagai plt kepsek,” Tegaskan Faridah

“itupun saat saya diserahi berkas kepindahan Sulaiman, berulang-ulang kali saya pertanyakan kepada  wali kelasnya apakah keputusan tersebut sudah sesuai prosedur, dijawab iya, barulah saya bersedia menandatangani.” Kata Faridah.

“semua berjalan dengan berproses, jadi pindahnya Sulaiman bukan atas kemauan sepihak dari sekolah,” pertegas Faridah lagi

Sedia rootstock anggur lokal isabela wilayah INHIL. Tinggi tanaman 30-40 cm. Kontak WA 0852 6315 9570

Sementara itu, wali kelas Sulaiman, Indah Fitriani juga menekankan bahwa “pindah” sekolah adalah pilihan yang diputuskan sendiri oleh Sulaiman.

Dikatakannya, proses yang pada akhirnya mengharuskan Sulaiman untuk pindah sekolah merupakan sanksi yang dipilih oleh Sulaiman “jika” ia tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang diberikan kepadanya.

“Surat perjanjian tertulis diatas matrai itu sengaja dibuat untuk menegaskan janji anak didik agar ia patuh, artinya bukan hanya berjanji mulut tapi harus ada hitam dan putihnya,”dijelaskan Indah

“sanksi “pindah sekolah” jika tidak memenuhi atas perjanjian itu, Sulaiman sendiri yang pilih, bukan saya,”tekankan Indah juga

Sebelum sampai diakhir proses, Indah menyebutkan Sulaiman sama sekali tidak pernah mengumpulkan tugas secara daring. Solusinya, Sulaiman diberlakukan pembelajaran luring, dimana tugas-tugas sekolah dijemput dan dalam waktu tertentu dikumpulkan kembali untuk dilakukan penilaian.

Hanya saja menurut Indah, dari 14 mapel, hanya 7 mapel yang selesaiakan dan diantarkan. Dan kealpaan atas ketidaksanggupan menyelesaikan tugas dicantumkan dalam perjanjian, dan sanksinya pilihan Sulaiman adalah pindah sekolah.

“Saya pastikan juga semua sudah sesuai proses. Bukan sekolah mengeluarkan tapi pindah sekolah sesuai sanksi hukuman atas perjanjian yang dipilih sendiri oleh Sulaiman.” paparkannya

Indah menegaskan, sebagai seorang pendidik, dirinya sama sekali tidak pernah membeda-bedakan mana anak didik mampu dengan anak didik tidak mampu. Bukan hanya Sulaiman, ia juga menyebutkan ada anak didiknya yang juga tergolong tidak mampu, orang tuanya hanyalah seorang pemulung.

“Namun ia mampu menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan sekolah. Ia patuh menuntaskan semua tugas-tugas mapel yang diberikan,”dicontohkan Indah

Sedia bibit stevia, tanaman pengganti gula. Kontak WA 0852 6315 9570

“Jika ada masalah, ia dengan berbagai cara mempertanyakan kepada saya, tidak halnya dengan Sulaiman, saya tidaklah mungkin mengetahui kondisi secara pasti anak didik saya yang cukup banyak satu persatu jika tidak diberitahukan oleh si anak,” akhirinya

Sebelumnya dalam pertemuan itu  juga, Ibunda Sulaiman, Nurhasanah mengaku kaget dengan kata yang masih dipilihnya “dikeluarkan” anaknya dari sekolah.

Ia mengaku memang ada diberikan surat dari wali kelas saat menemuinya disekolah. Hanya saja karena ia menyebut dirinya memang tidak bisa baca tulis, dalam pertemuan itu ia meminta waktu agar surat tersebut dibawa pulang olehnya, namun wali kelas memberikan pena dan meminta ia menandatanganinya.

“saya sempat meminta surat itu saya bawa pulang dulu, karena saya tidak mengerti, saya tidak bisa baca tulis, tapi saya tetap disodorkan pena dan diminta untuk menandatangani. Terpaksa saya ikuti, tapi itupun dengan hanya memberikan coretan.” Kata Nurhasanah

“Belakangan saya kaget setelah tau bahwa surat itu merupakan surat bahwa saya menerima anak saya untuk dipindahkan,” Katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Inhil :  Masa pandemic covid-19, untuk pendidikan, amanah Negara bukan menekankan pada prestasi

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino/Foto: detikriau.org

Ketua Komisi IV DPRD Inhil Samino menyebutkan bahwa dalam kondisi yang tidak biasa, seperti dimasa pandemi covid-19, khusus untuk bidang pendidikan, Pemerintah saat ini tidak memfokuskan pada capaian prestasi namun yang dituntut hanyalah agar proses pendidikan tetap berjalan, jangan sampai tertinggal sama sekali atau lose class.

Untuk itu dikatakan Samino, saat ini, pihak sekolah harus memastikan proses pembelajaran tetap dapat berjalan sesuai dengan arahan Kementrian Pendidikan, baik melalui sistem pembelajaran daring maupun luring, bukan menekankan pada capaian prestasi.

Dalam kaitannya dengan apa yang dialami, Sulaiman, Samino berpendapat bahwa memindahkan siswa karena kealpaan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah bukanlah solusi terbaik. Kondisi seperti itu diyakininya justru akan dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan anak didik. Jikalau memang harus dipindahkan juga, masalah-masalah baru atas beban fsikologis si-anak diyakini Samino akan menjadi faktor penghambat baru.

“Dalam kondisi biasa saja, memindahkan anak karena sesuatu sebab tertentu harusnya menjadi pilihan terakhir, tidak mudah. Apalagi Negara dalam kondisi  yang tidak biasa seperti saat ini. Saran saya, berikan kesempatan lagi kepada Sulaiman untuk mengikuti pendidikan di sekolah ini, agar tidak menimbullkan masalah baru dikemudian hari, khususnya kepada siswanya,” Saran Samino yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Inhil ini

Samino meminta agar apa yang terjadi terhadap Sulaiman cukuplah diakhiri sampai disini, jadikan semua ini sebagai suatu intropeksi bagi lembaga pendidikan karena mendidik memang bukanlah tugas mudah, perlu kesabaran dan niat tulus.

Kepada Sulaiman, Samino juga berpesan agar dapat lebih memotifasi diri untuk menerima transfer ilmu dengan baik yang dimaknai dengan mentaati semua aturan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah semampu mungkin.

“Saat ini seluruh peserta UN lulus, anak-anak didik seluruhnya naik kelas. Karena memang kondisinya seperti itu. Tidak ditekankan pada prestasi. Mau atau tidak mau. Yang penting pendidikannya saja harus tetap berjalan. Ini bukan hanya menjadi persoalan Indonesia tapi juga persolan seluruh Dunia.” akhiri Samino.

Batal dipindah. SMAN 1 Tembilahan Hulu menerima kembali Sulaiman sebagai peserta didik

Meski sempat melakukan rapat internal “kilat” terbatas dari sejumlah tenaga pendidik di SMAN 1 Tembilahan Hulu, usulan Ketua Komisi IV DPRD Inhil Samino yang juga diamini oleh Kapolsek dan Dewan Pendidikan Inhil agar membatalkan memindahkan Sulaiman akhirnya diakomodir. Sulaiman diputuskan untuk diterima kembali sebagai salah seorang peserta didik.

“38 dari total 68 guru yang hadir dalam rapat, kami memutuskan untuk menerima kembali Sulaiman sebagai peserta didik”

“Seandainya sulaiman nanti ada Kendala, diharapkan menghubungi guru wali kelas atau guru BK, karena komunikasi itu perlu” disampaikan Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Tembilahan Hulu, Faridah./dro

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.