Kami sampaikan kabar untuk anda

Pawai Budaya Tolak Aksi Anarkis dan Pelanggaran Prokes Dapat Apresiasi dari Sejumlah Kalangan

MERANTI, detikriau.org – Ratusan massa dari organisasi masyarakat dan kepemudaan di Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar pawai budaya tolak aksi anarkis dan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Jum’at (17/10)

Pawai diawali dengan doa bersama yang dipusatkan di Jalan depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) LAMR Kepulauan Meranti.

Dengan pengawalan Polres Kepulauan Meranti dibantu Satpol PP, kegiatan ini berjalan tertib dan aman. Personel kepolisian ini juga tampak membagikan masker dan minuman kepada peserta pawai.

Ketua Banser Kepulauan Meranti, Supeno, yang juga ikut dalam pawai budaya ini mengungkapkan, kegiatan ini perlu dilakukan karena selama ini unjuk rasa selalu disertai dengan aksi anarkis. Kejadian serupa hendaknya jangan sampai terjadi di Kepulauan Meranti.

“Intinya kita menolak segala bentuk anarkisme yang terjadi di Indonesia, yang hanya ingin membuat kehancuran bangsa kita. Kita ingin damai, kita ingin tentram dan aman,” kata Supeno.

Senada juga disampaikan Ustadz Mardiyo, S.Pdi, salah seorang tokoh masyarakat, bahwa ingin Kabupaten Kepulauan Meranti tetap kondusif dan nyaman beraktivitas ditengah pandemi Covid-19.

Sementara, Kepala Kesbangpol Kepulauan Meranti Tasrizal Harahap, mengungkapkan, melalui kegiatan ini dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas di daerah, dengan tidak mudah terpancing isu-isu negatif yang belum jelas kebenarannya.

“Setiap aksi unjuk rasa hendaknya tidak disampaikan dengan cara anarkis dan menganggu ketentraman umum. Mari sampaikan aspirasi dengan cara-cara yang baik dan elegan,” sampainya.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito Sik, pun mengapresiasi semua elemen masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat mencintai kedamaian juga mencintai situasi yang aman, nyaman dan damai yang tidak terjadi kegaduhan. 

“Kita apresiasi kegiatan ini dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat. Karena kita mempunyai budaya-budaya yang santun dan budaya-budaya cinta damai, itulah yang kita gelorakan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan juga memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pawai budaya ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, H Mustafa SAg MM. Dengan kegiatan ini, kata H. Mustafa, masyarakat akan paham apa yang harus mereka patuhi dan taati terutama terkait penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita mendukung dan menyepakati, bahwa kita menolak aksi anarkis dan mendukung agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Kita juga akan selalu mensosialisasikan ini kepada masyarakat,” sebutnya./*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.