Kami sampaikan kabar untuk anda

Dinas Koperasi Inhil buka Pendataan tahap dua bantuan UMKM

foto ilustrasi: Net

Tembilahan, detikriau.org – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Indragiri Hilir  (Inhil) kembali membuka pendataan tahap ke II untuk bantuan tambahan modal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bantuan senilai Rp 2,4 juta tersebut merupakan program lanjutan tahap pertama dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI dalam upaya membatu pelaku usaha mikro di tengah masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Inhil, Tengku Edy Efrizal menyampaikan, bagi pelaku usaha mikro yang ingin mendaftar bisa langsung datang ke Dinas Koperasi Inhil di jalan Swarna Bumi Tembilahan, ataupun bisa mendaftar melalui situs mataumkm.riau.go.id.

“Penerimaan berkas pengajuan tahap kedua ini sampai akhir November 2020. Tidak ada batasan kuota sejauh itu belum ditutup oleh Kementerian pusat,” imbuhnya, Kamis (8/10/2020).

Untuk persyaratannya, Foto Copy KTP, Foto Tempat Usaha, Surat Keterangan dari RT (menyatakan benar sebagai pelaku usaha  mikro), dan Keterangan yang ditulis/diketik : Alamat Usaha, Jenis Usaha, Omset Usaha dalam Pertahun, dan Nomor Handphone (HP) yang aktif.

“Data usulan tahap kedua ini akan kita kirim ke Kementerian setiap dua hari sekali,” tambahnya.

Selain itu Tengku Edy juga menyampaikan bahwa usulan pendataan UMKM pada tahap pertama secara keseluruhan berjumlah 5.935 dengan 7 kali tahapan pengiriman data  ke Kementerian. Dari total jumlah itu, yang telah divalidasi oleh Kementerian sebanyak 1.841 UMKM, sisanya akan menyusul.

“Dari jumlah data yang telah divalidasi (1.841), sebanyak 936 UMKM telah dinyatakan mendapat bantuan dengan rincian 618 UMKM yang telah melakukan pencairan melalui unit Bank BRI Cabang Kempas, dan 318 UMKM yang belum mengambil atau melakukan pencairan,” papar Kadis diruang kerjanya.

Mengenai cara untuk mengetahui apakah nama pelaku UMKM yang telah diusulkan pada tahap pertama tersebut telah keluar atau tidak dapat melalui unit BRI dan Kantor Koperasi dan UMKM Inhil.

“Untuk mengecek apakah telah keluar namanya, silahkan datang ke Kantor Koperasi dengan membawa KTP, akan kita bantu. Ataupun melalui BRI link,” jawab Edy.

Selain itu Edy juga menambahkan  bahwa bantuan modal UMKM pada tahap pertama yang telah melakukan pencarian dulunya hanya bisa dilakukan di unit BRI cabang Kempas, kedepannya dapat dilakukan di unit BRI terdekat.

Kalau belum memeliki rekening Bank BRI, nantinya Bank BRI sebagi penyalur akan memanggil pelaku UMKM untuk membuka rekening tanpa ada biaya.

“Tidak ada pemotongan dari dana tersebut, yang ada hanya diajak untuk mengikuti asusransi AMKKM (Asuransi Mikro Kesehatan Kecelakaan dan Meninggal) sebesar 50.000, itupun bagi yang mau saja. Diluar hal tersebut jika ada pemotongan silakahkan lapor Kedinas, akan kita proses,” tegasnya.

Terakhir Edy berharap bagi yang telah menerima bantuan tambahan modal usaha agar dipergunakan benar-benar untuk modal usaha. Karana dimasa pandemi ini sangat berdampak pada usaha mikro.

“Kami berharap bantuan modal tersebut di gunakan untuk usaha tidak digunakan untuk hal yang lain,” tutup Kepala Dinas Koperasi dan Umkm Kabupaten Inhil, Tengku Edy.

Siapa saja yang tidak bisa mendapatkan bantuan ini?

Berikut adalah beberapa kriteria pelaku usaha yang tidak bisa mendapatkan BanPres tersebut melansir kompas.com:

1. Bukan pelaku UMKM Seperti nama dan tujuan dari program ini, bantuan hanya dapat diberikan kepada para pengusaha kecil, baik yang telah lama menjalankan bisnisnya atau baru memulai usahanya. Jadi, para pengusaha yang bukan merupakan pelaku usaha kecil tidak berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta ini.

2. Sedang menerima kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit lain dari perbankan.  Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, salah satu syarat utama untuk memperoleh bantuan ini adalah bahwa pelaku usaha tidak sedang menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan. Jadi, jika pelaku UMKM tersebut tengah menerima kredit-kredit tersebut, maka tidak bisa menjadi penerima BLT ini.

3. ASN, anggota TNI/Polri, atau pegawai BUMN/BUMD Bantuan ini juga tidak diperuntukkan bagi para pelaku usaha kecil yang merupakan ASN, anggota TNI/Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD.

4. Tidak mendapat rekomendasi dari lembaga pengusul Para pelaku usaha kecil yang dapat memperoleh bantuan ini adalah mereka yang diusulkan oleh Lembaga Pengusul sebelum diiverifikasi dan divalidasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Keuangan dan OJK. Jadi, tanpa rekomendasi dari lembaga pengusul, para pelaku usaha tidak dapat memperoleh bantuan UMKM ini.

Pelaku usaha yang bisa mendapatkan bantuan UMKM sebagai berikut:

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan bahwa para pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan bantuan hibah modal kerja ini dapat mendaftarkan diri di koperasi-koperasi di wilayahnya. Selain itu, menurut Teten, mereka yang berhak menerima bantuan tersebut adalah para pelaku usaha mikro yang tidak sedang menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan (unbankable).

Adapun persyaratan lainnya adalah sebagai berikut:

Pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)

Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul

Bukan ASN

Bukan anggota TNI/Polri

Bukan pegawai BUMN/BUMD

Para pelaku dengan kriteria tersebut didentifikasi dan diusulkan oleh Lembaga Pengusul, di antaranya adalah Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM Provinsi dan Kabupaten/Kota, koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum, Kementerian/Lembaga, perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK, dan Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah yang terdiri atas BUMN dan BLU. Kemudian, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Keuangan dan OJK./*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.