Kami sampaikan kabar untuk anda

Demokrat Janji Usut Polisi yang Menyiksa Demonstran saat Aksi

reporter: Idntimes

Ingat Pak Polisi, tugasmu mengayomi, jangan berlebihan

Jakarta – Fraksi Partai Demokrat berjanji akan mengusut polisi yang kedapatan bertindak sewenang-wenang terhadap demonstran yang menolak Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker), Kamis (8/10/2020). Dia menyarankan supaya kegiatan demonstrasi direkam sehingga memiliki bukti bahwa aparat telah melakukan kekerasan.
 
“Setiap aparat kepolisian yg didapati memukul, menendang & melakukan kekerasan lainnya terhadap peserta aksi dan terekam dalam video, saya pastikan akan bawa hal ini secara serius kpd Kapolri dan meminta penjelasannya,” kata anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Hinca Pandjaitan, melalui akun Twitternya, Kamis.

1. Komisi III adalah mitra sekaligus pengawas Polri

Demokrat Janji Usut Polisi yang Menyiksa Demonstran saat AksiAnggora DPR RI Fraksi Demokrat Hinca Pandjaitan. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dalam cuitan lainnya, Hinca memastikan janji itu merupakan tugas dan fungsinya sebagai anggota Komisi III DPR RI yang merupakan mitra kerja Polri.
 
“Saya selaku anggota komisi III merupakan mitra kerja kepolisian. Saya sedang melakukan fungsi pengawasan pada lembaga Polri dalam suasan “banjir aksi” hari-hari ini,” cuitnya.

Hinca menambahkan, “jgn sampai ada korban tewas seperti aksi lalu!!!”

2. Hinca ingatkan Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009
 
Demokrat Janji Usut Polisi yang Menyiksa Demonstran saat AksiSuasana Demo Tolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) (IDN Times/Aldila Muharma&Athif Aiman)

Mantan Sekjen Partai Demokrat itu turut mengingatkan agar seluruh polisi mematuhi Perkapolri 8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian.
 
“Dilarang menggunakan kekerasan dan/atau senjata api BERLEBIHAN,” tulis Hinca merujuk pada Pasal 11 huruf J dalam aturan tersebut.

3. Polisi mulai tembaki gas air mata di sejumlah titik

Demokrat Janji Usut Polisi yang Menyiksa Demonstran saat AksiSuasana Demo Tolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) (IDN Times/Aldila Muharma&Athif Aiman)

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi aksi demonstrasi, polisi mulai menembakkan gas air mata di sejumlah titik, seperti di kawasan Harmoni dan Istana Negara, Jakarta Pusat, sejak pukul 14.46 WIB.
 
Aksi di berbagai daerah lainnya juga berakhir ricuh. Banyak video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi anarkis polisi terhadap demonstran./*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.