Kami sampaikan kabar untuk anda

UU Omnibus Law Bikin Saham Kawasan Industri Diborong Investor

reporter: Tim reset CNBC Indonesia

Foto: Kawasan Industri Jababeka (dok. jababeka.com)

Jakarta — Omnibus Law alias Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) memang terbukti menjadi sahabat para investor. Setelah UU sapu jagat ini di setujui oleh pemerintah dan DPR Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat 0,82%.

Meskipun buruh tidak senang dan melakukan aksi mogok dimana-mana dan memberikan cap UU ini akan membawa ‘cilaka’ ke rakyat kecil, toh palu sudah diketok dan UU ini dalam waktu dekat akan menjadi hukum yang berlaku.

Berbeda dengan para buruh, para pelaku pasar sendiri merespons positif disahkannya UU Omnibus Law yang disebut akan membereskan aturan yang tumpang tindih dan memberi kejelasan investasi.

Bahkan emiten kawasan industri yang tentunya menjadi salah satu emiten yang paling diuntungkan dengan keberadaan Omnibus Law, harga sahamnya sudah melesat tinggi sejak perdagangan kemarin, sebelum disahkanya UU ini. Berikut gerak saham emiten kawasan industri selama 2 hari terakhir.

Pada perdagangan kemarin, harga saham-saham kawasan industri kompak menghijau bahkan cukup signifikan. Kenaikan sendiri dipimpin oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang berhasil melesat 12,63% dan diposisi kedua terdapat PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) yang naik 8,57%.

Melesatnya harga saham kawasan industri bahkan sebelum diketoknya palu Omnibus Law memang sudah diprediksi oleh para pelaku pasar, sebab emiten-emiten ini akan sangat diuntungkan dengan adanya Omnibus Law.

Dengan adanya kepastian investasi dan pemberesan aturan yang tumpang tindih serta semakin berpihaknya aturan ketenagakerjaan kepada investor maka tentu saja investasi parainvestor di sektor riil akan semakin meningkat dan tentunya kawasan industri akan semakin bergeliat. Tidak perlu kaget apabila di tahun-tahun kedepan setelah pandemi Covid-19 berakhir, akan banyak bermunculan pabrik-pabrik baru di kawasan-kawasan industri tersebut.

Sementara itu, terpantau pada perdagangan hari ini harga saham kawasan industri bergerak variatif. DMAS berhasil menguat 2,63% sedangkan KIJA terpasa terkoreksi 2,80%.

Hal ini disebabkan oleh 2 faktor, pertama tentunya aksi profit taking yang melanda saham kawasan industri setelah pada perdagangan kemarin berhasil melesat tinggi. Kedua tidak bisa dipungkiri dengan disahkan nya UU ini maka para buruh yang merasa hak-haknya disunat akan melakukan demo. Terpantau di kawasan-kawasan industri di sekitar Ibukota terjadi demo besar-besaran para buruh yang mogok bekerja karena disahkanya Omnibus Law./*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.