Kami sampaikan kabar untuk anda

Dokter Tirta: Indonesia Sudah Masuk ke Herd Immunity

reporter: Tempo.co

Dokter Tirta memberikan keterangan saat memperkenalkan kolaborasinya bersama Holywings, di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2020. Dalam proses pembuatan merchandise, dokter Tirta dan Holywings turut menggandeng pekerja UMKM yang usahanya terdampak pandemi Covid-19. TEMPO/Nurdiansah

Jakarta – Selebgram yang juga dokter dan pengusaha, Dokter Tirta menyatakan Indonesia saat ini sudah memasuki herd immunity. “Sadar enggak sih, kita ini sudah menuju herd immunity. Herd immunity itu syaratnya dua, vaksinasi dan infeksi natural, semua kita sudah terjadi,” ujarnya saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Selasa, 29 September 2020.

Ia menjelaskan, disebut terjadi infeksi natural jika angka positif Covid-19 meroket tapi diiringi dengan kesembuhan yang meningkat dan angka kematian menurun. “Ini artinya, masyarakat kita sudah kebal,” ucapnya.

Dikutip dari situs AlodokterHerd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu.

Tapi, kata dokter yang nekat mengajukan diri sebagai calon presiden ini, ada anomali dalam kasus Indonesia. Menurut dia, yang menjadi pertanyaan saat ini adalah meskipun kekebalan meningkat, mengapa angka kematian tenaga kesehatan juga meningkat. “Ini yang harus diaudit, inilah pentingnya ada peneliti di sebuah negara.”

Dokter Tirta memberikan keterangan saat memperkenalkan kolaborasinya bersama Holywings, di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2020. Dalam kolaborasi Holywings X dokter Tirta, mereka memproduksi merchandise seperti masker, sandal, kaos, hingga jaket. TEMPO/Nurdiansah

Tirta menuturkan, seharusnya tenaga kesehatan adalah orang yang berada di golongan terakhir meninggal. “Harus jadi pertanyaan agar ke depan enggak kayak gini. Aku kasihan sama nakes, kayak nunggu dipanggil. Padahal di 2019, media sudah mengatakan fasilitas kesehatan kita rendah,” tutur ayah dua ini menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, Tirta menunjukkan banyak kebijakan pemerintah yang putus asa. Antara lain razia mengenakan masker di mana-mana. Ia tak setuju ada aturan mengenakan masker di dalam mobil sendirian. “Apa enggak kasihan polisi, tugasnya mengecek satu-satu penumpang mobil itu pakai masker apa enggak,” tuturnya kepada Deddy Corbuzier.

Pengusaha sepatu lokal itu mengaku merasa aneh dengan pemaksaan mengenakan masker kepada orang yang berolahraga. “Saya olahraga pakai masker, sesek,” katanya menjelaskan. Menurutnya, dengan kondisi menuju herd immunity ini, tak seharusnya orang lapangan dipaksa mengenakan. “Mereka sudah kebal kok.”

Justru, kata Tirta, saat ini angka positif Covid-19 lebih banyak terjadi di klaster perkantoran. “Mengapa orang kantoran banyak yang kena? Karena terkena ventilasi AC sentral, duduk diam di satu tempat. Kalau orang lapangan enggak kena karena sudah kebal,” ujarnya.

Menurut dia, penanganan Covid sebenarnya tak terlalu sulit. “Pemenuhan nutrisi dan berolahraga yang cukup.” /*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.