Kami sampaikan kabar untuk anda

Salah persepsi New Normal, diduga sebab lonjakan kasus covid-19 di Inhil

dr Aleksis/Foto: Screenshot zoom meeting tajaan Diskominfopers./ detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Ketua Tim Medis Satgas Covid-19 Inhil, dr Aleksi menduga penyebab terjadinya lonjakan kasus dalam beberapa waktu belakangan disebabkan salah persepsi masyarakat tentang penerapan New Normal yang diberlakukan pemerintah.

Banyak masyarakat menurutnya beranggapan bahwa new normal, menjadi situasi yang seluruhnya sudah seperti sediakala seperti saat sebelum adanya kasus penyebaran virus corona.

Akibatnya masyarakat cenderung abai dan tidak lagi mengindahkan penerapatan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Salah persepsi ini yang kita yakini menjadi penyebab terjadinya kembali lonjakan kasus,” Ujar dr Aleksi dalam zoom meeting tajaan Diskominfopers Inhil, kamis (24/9) sore

Menurutnya juga, terjadinya lonjakan kasus ini sebelumnya juga sudah diprediksi berdasarkan analisa efidomologi oleh Satgas Nasional. Analisa tersebut memprediksi lonjakan akan kembali terjadi sekitar awal bulan September. Dan bahkan dibeberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya di Indonesia sudah terjadi pada pertengahan bulan agustus.

Menyikapi lonjakan kasus ini, tim satgas covid-19 inhil diyakini dr Aleksis sudah berbuat secara maksimal dengan melakukan kerjasama yang baik. Salah satunya disebut dalam upaya melakuan tracking terhadap kelompok-kelompok orang yang berkemungkinan berpotensi tertulari virus yang awalnya berasal dari Wuhan China ini, termasuk melakukan imbauan dan sosialisasi yang tidak pernah berhenti ditengah masyarakat.

Sampai Kamis, 24 september 2020, dr Aleksi menyebutkan total konfirmasi covid-19 di Inhil tercatat sebanyak 136 kasus, dimana tujuh orang diantanya meninggal dunia dan 46 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Tidak ditemukan kasus positif dalam beberapa hari belakangan di Inhil disebutkan dr Aleksis bukan adanya penurun kasus tetapi hasil pengujian sampel swab dari laboratorium biomolukuler RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru belum tuntas.

“Jadi masyarakat jangan lengah, belum ada penurunan kasus, hasil uji lab yang belum kita terima. Tetap terapkan protokol kesehatan dengan disiplin untuk menghindari tertulari virus corona.”Pesankan dr Aleksis mengakhiri.

Reporter: dro

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.