Kami sampaikan kabar untuk anda

Polisi bekuk dua orang penyalahguna Narkotika di Tembilahan. Satu diantaranya residivis kambuhan.

Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan./Foto: Arsip Polres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus tindakpidana narkotika. Dua orang tersangka diamankan, AD dan RK dan berhasil disita narkotika jenis shabu seberat 47.71 gram.

Penindakan kasus narkotika ini dipaparkan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan didampingi Kasat Narkoba AKP Bachtiar pada press release di Aula Tribrata Mapolres Inhil, Selasa (8/9/2020).

Diterangkan kapolres, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terhadap pelaku inisial AD yang sering melakukan transaksi narkoba.

“Transaksi tersebut dilakukan di Jalan Tanjung Harapan, lorong Tanjung Arapat, Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan, pada Selasa (1/9/2020). Dan informasi tersebut disampaikan kepada Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar,” Ujar Kapolres.

Menerima informasi, Kasat Narkoba memerintahkan Opsnal Sat Res Narkoba untuk melakukan penyelidikan.

“Pada Sabtu (5/9/2020) sekira pukul 14:30 wib, anggota Satres Narkoba melakukan penangkapan terhadap AD. Setelah dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh RT dan warga setempat ditemukan barang bukti berupa 3 paket sabu yang dibungkus plastik bening seberat 0,57 gram,” kata Kapolres

Selain barang bukti narkotika, dari tangan AD polisi juga mengamankan uang tunai senilai  575 ribu rupiah, satu unit telepon genggam, satu unit timbangan digital berikut satu set alat hisap shabu.

Hasil integrogasi yang dilakukan, AD mengaku mendapatkan shabu dari RK yang merupakan residivis kasus narkoba.

Selanjutnya dilakukan pengembangan di rumah RK di jalan Prof M Yamin Lorong Perigi Raja Kelurahan Tembilahan Hilir.

“RK kemudian juga amankan. Setelah dilakukan penggeledahan yang disaksikan ketua RT dan warga setempat ditemukan barang bukti berupa 1 paket shabu seberat 47,14 gram yang disimpan dibawah kasur tempat tidur, berikut uang tunai Rp.1.200.000 dan 1 unit handphone,” lanjut Kapolres

Sementara itu, ditambahkan Kasat Narkoba AKP Bachtiar, menurut keterangan pelaku AD, shabu tersebut dibeli dari RK untuk dijual kembali. RK mengaku memperoleh shabu dari J (dalam lidik) di Kuala Tungkal, pada Jum’at (4/9/2020).

“Shabu dibeli RK dari J seharga Rp.36.000.000, dan sudah melakukan transaksi dengan J sebanyak 2 kali dengan modus barang sistem letak,” kata AKP Bachtiar.

Atas perbuatan ini, DA disanksi dengan pasal 114 ayat 1 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun sampai 20 tahun penjara. Sedangkan RK dikenai pasal 114 ayat 2 tentang narkotika diancam hukuman minimal 5 tahun sampai 20 tahun penjara.

Reporter: Am

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.