Kami sampaikan kabar untuk anda

Imigrasi amankan WNA Asal Myanmar di Tembilahan

“….melakukan tindakan pidana keimigrasian dengan memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Indonesia”

Tembilahan, detikriau.org – Imigrasi kelas II TPI Tembilahan mengamankan pencari suaka asal Myanmar, Karimullah bersama istrinya, Rokia saat hendak mengajukan permohonan pembuatan passport Republik Indonesia, pada 23 juli 2020 yang lalu.

Ketika melakukan pengurusan, Warga Negara Asing (WNA) ini didampingi seorang WNI berinisial Z dengan melampirkan kelengkapan persyaratan berupa e-KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran pemohon.

“Awalnya petugas curiga bahwa Karimullah dan istri bukan WNI. Selanjutnya permohonan ditindaklanjuti oleh seksi intelijen dan penindakan keimigrasian untuk dilakukan pendalaman,” Disampaikan Humas Teknologi Informasi Keimigrasian, Himawan, pada konferensi pers di kantornya, Selasa (1/9).

Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan Tim Penyidik Imigrasi bersama Korwas PPNS Polres Inhil di ruangan rapat kantor imigrasi pada Selasa, 1 September 2020 disimpulkan bahwa  yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana keimigrasian sebagaimana dijelaskan pada pasal 126 huruf c UU Nomor 6 Tahun 2011 tetantang keimigrasian

“Mereka telah melakukan tindakan pidana keimigrasian dengan memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Indonesia,” ditambahkan Himawan.

Lanjut Himawan, Karimullah bersama istri dan empat anaknya mengungsi ke Indonesia sebagai pencari suaka .

Ketua Tim Penyidik, Denny, menjelaskan bahwa dari hasil penyilidikan diketahui Karimullah sudah sembilan tahun berada di Indonesia.

“Selama penyelidikan, tidak ada ditemukan kasus lain, namun penyidik menemukan aktifitasnya selama di Indonesia, ia berbisnis  jual beli buah pinang sampai ke kab inhil,” terang Denny.

“kasus ini akan ditingkatkan statusnya dari penyidikan ke penyelidikan dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tembilahan.”

“Hanya karimullah yang dilakukan penahanan, sedangkan istri dan keempat anaknya tidak, disebabkan pertimbangan rasa kemanusiaan.” Akhiri Denny./*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.