Kami sampaikan kabar untuk anda

Menanam stroberi di dataran rendah. Subur kok, dan berbuah

Detikriau.org – Mungkin hampir semua orang mengenal tanaman stroberi. Habitat tanaman ini sebenarnya berada di dataran tinggi dengan cuaca sejuk. Ketinggian tempat yg memenuhi syarat ideal pertumbuhan stroberi adalah 1.000-1.500 meter dari permukaan laut (dpl).

Buah stroberi yang berwarna merah dengan rasa asam dan manis cukup banyak digemari. Budidayanyapun bisa dilakukan tanpa memerlukan lahan yang luas. Misalnya dengan menggunakan pot maupun polybag, sehingga tentu juga dapat ditanam didaerah perkotaan.

Disamping memanen buah, tanaman stroberi juga mampu mempercantik pekarangan rumah.

Lantas pertanyaannya apakah tanaman ini bisa tumbuh subur dan juga berbuah jika dibudidayakan di dataran rendah? Jawabannya, bisa!

Pengalaman penulis, dengan perawatan yang tepat, stroberi mampu tumbuh subur dan berbuah di dataran rendah, seperti misalnya dikota Tembilahan, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau dengan rata-rata ketinggian permukaan tanah hanya 0 – 3 m dari permukaan laut (dpl).

Perlu diperhatikan, untuk menanam stoberi di dataran rendah, tanaman stroberi terlebih dahulu harus mampu diadaptasikan dengan habitat dataran rendah dengan cuaca yang relatif panas.

Namun agar tidak memerlukan waktu relatif lama dalam proses adaptasi, sebaiknya membeli bibit stroberi dari indukan yang memang sebelumnya sudah dibudiyakan didataran rendah.

Jika sudah mendapatkan bibitnya, kamu harus menyiapkan polybag dan media tanaman untuk mengisinya.

Media tanaman stroberi berupa tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.  Kemudian media diaduk rata dan siap dimanfaatkan untuk mengisi polybag.

Untuk setiap polybag dengan diameter 30 cm sebaiknya cukup menanam satu batang bibit. Namun jika menggunakan wadah yang lebih besar, jumlah bibit bisa menyesuaikan.

Setelah bibit ditanam, siram media sampai jenuh, kemudian tempatkan dilokasi yang tidak terkena sinar matahari secara langsung selama 2 sampai 3 hari. Setelahnya bisa ditempatkan pada lokasi yang mendapat sinar matahari penuh. Kebutuhan penyinaran matahari tanaman stroberi selama 8-10 jam per hari.

Untuk mengurangi terik sinar matahari, lebih baik menempatkan tanaman stroberi dibawah naungan paranet 50% – 60%.

Satu minggu setelah tanam, berikan pupuk, baik berupa pupuk organik maupun anorganik. Untuk pupuk anorganik, misalnya bisa menggunakan pupuk NPK seimbang, cukup 5-7 butir setiap polybagnya (pemupukan diberikan seminggu sekali).

Perawatan harian

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Agar mampu tumbuh subur, tanaman strowberi membutuhkan air yang mencukupi. Oleh karenanya lakukan penyiraman, minimal satu kali sehari, dan sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Lakukan penyiangan gulma yang mungkin ikut tumbuh disekitar tanaman, dan pangkas daun stroberi yang sudah layu atau tua.

Biasanya tiga sampai empat bulan setelah pindah tanam ke polybag, tanaman stowberi sudah siap untuk dilakukan perangsangan pembungaan.

Pada saat ini, untuk mempermudah tanaman strowberi berbunga dan berbuah, pangkas bakal anakan (stolun).

Untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, bisa menggunakan perangsang buah yang memiliki kandungan unsur P dan K yang lebih tinggi. Pengaplikasian pupuk sebaiknya dilakukan dipagi hari.

Di tahap ini, penggunaan pupuk berbahan organik lebih diutamakan karena buah yang nantinya akan dikonsumsi relatif akan lebih aman untuk kesehatan karena minim mengandung bahan kimia. Selamat berkebun! (NadienFarm)

Kami menyediakan bibit stroberi yang sudah adaptif di dataran rendah. kontak WA 0852 6315 9570

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.