Kami sampaikan kabar untuk anda

Sebut tuntut tranparansi APBD, puluhan mahasiswa gelar aksi di gedung kantor Bupati Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Puluhan mahasiswa berbenderakan GMNI dan PMII menggelar aksi unjuk rasa dihalaman kantor Bupati Inhil. Kedatangan massa aksi ini mengusung spanduk bertuliskan # TRANPARANSI APBD.

Korlap Aksi Junaidi Putra menyebut masyarakat menilai Pemkab Inhil tidak terbuka dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), padahal masyarakat dikatakannya harus mengetahui untuk apa uang rakyat itu dipergunakan.

Dinilainya juga, masih banyak kebijakan penganggaran oleh Pemkab Inhil yang jauh dari rasa keadilan dan pertimbangan skala prioritas. Dicontohkannya, kerusakan fasilitas traffic light tak kunjung diperbaiki, padahal kondisi ini akan sangat rawan menjadi sebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“termasuk juga misalnya sejumlah fasilitas jalan yang kondisinya masih sangat layak diprioritaskan dan kembali ditingkatkan, padahal masih banyak ruas jalan yang justru kondisinya sudah sangat memprihatinkan malah tidak tersentuh penganggaran,” katanya

Kedatangan massa aksi saat ini menurutnya semata ditujukan menuntut adanya tranparansi pengelolaan APBD oleh Pemkab Inhil, mulai sejak perencanaan hingga penetapan.

“Kami sebagai masyarakat juga ingin tau kemana uang APBD itu dimanfaatkan, harus ada tranparansi penggunaannya. Masyarakat belum puas dengan kinerja Pemerintah Daerah,” Sebutnya juga.

Massa aksi dengan penyampaian sejumlah orator ini juga meminta agar pandemik covid-19 yang terjadi saat ini tidak membelenggu demokrasi.

“kami hadir dengan menerapkan protokol kesehatan. Jangan jadikan covid-19 sebagai penghambat demokrasi.” Kata mereka

Menyikapi kehadiran puluhan mahasiswa ini, Pemkab Inhil yang diwakili oleh Asisten I Setdakab Inhil, Tantawi Jauhari menyediakan waktu kepada puluhan mahasiswa untuk melakuakan dialog di ruang kantor Bappeda Inhil. Ikut mendampingi saat itu, Kepala Bappeda, Muchtar T dan Kaban Kssbangpol, Asllimuddin.

Tantawi dalam penjelasannya menyambut baik dan megapresiasi tuntutan mahasiswa. Dikatakan Tantawi, dalam proses penyusunan APBD, sejumlah aturan  sudah ditentukan oleh  pemerintah pusat bahkan daerah dan justru ruang tranparansi didalam prosesnya sudah tergambarkan dengan sangat jelas.

Diterangkan Tantawi, penyusunan APBD diawali dengan pelaksanaan musrenbang yang tentunya dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kemudian tingkat Kabupaten dan selanjutnya dikoreksi kembali untuk mendapatkan persetujuan di tingkat Provinsi.

Proses yang dilakukan secara berjenjang itu, dalam hal penggunaan APBD untuk pembangunan tentunya didasari dari usulan masyarakat dari tingkat terbawah.

Namun diakui tantawi, usulan pembangunan dari masyarakat pastilah tidak akan terakomodir secara keseluruhan karena keterbatasan anggaran.

“semua dilakukan dalam proses secara bertahap dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban” Sebut Tantawi

“Saya apresiasi atas perhatian dari kalapangan muda untuk perbaikan pengelolaan keuangan daerah. Semoga kedepannya Pemerintah Daerah dapat melakukannya dengan lebh baik lagi.” akhiri tantawi./*

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.