Kami sampaikan kabar untuk anda

Makin Panas, Inggris Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Foto: USS Ronald Reagan (CVN 76) dan USS Nimitz (CVN 68) Carrier Strike Groups di Laut Cina Selatan, Senin, (6/7/2020). (Mass Communication Specialist 3rd Class Jason Tarleton/U.S. Navy via AP)

detikriau.org  – Klaim China di Laut China Selatan, termasuk Laut China Timur, membuat kondisi perairan makin tegang. Sebagai mana ditulis The Australian mengutip The Times, kapal perang induk Inggris HMS Queen Elizabeth, akan bergabung dengan militer Amerika Serikat dan sekutu di kawasan itu.

Hal ini disebutkan sumber media tersebut sebagaimana dikutip Jumat (17/7/2020). Kapal induk senilai US$ 5,6 juta tersebut memuat 1600 kru, dilengkapi jet perang dan helikopter.

Selain HMS Queen Elizabeth, kapal perang lainnya Prince of Wales juga akan ditempatkan di wilayah tersebut. Sebelumnya sejak 1971, Inggris memang memiliki aliansi militer dengan Singapura, Malaysia, Australia, Selandia Baru di 1971.

Meski demikian, belum ada komentar resmi soal ini dari Inggris. Namun, sebelumnya Filipina melalui Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzo sudah menyaratkan akan ada gabungan militer yang mengamankan Laut China Selatan.

Nama Inggris-pun sempat disebut dalam koalisi bersama menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut, sebagaimana dikutip dari Eurasian Times. Bukan hanya Filipina, India juga akan melakukan navigasi bersama di kawasan.

Gabungnya Inggris mendapat perhatian China. Sebagaimana dikutip dari The Global Times, peneliti senior di Lembaga Penelitian & Studi Militer Laut Tentara Nasional China (PLA) mengatakan Inggris mencoba mencari perhatian dengan masalah Laut China Selatan.

“Tampaknya Inggris telah menjadi antek AS. Posisi Inggris yang tidak koheren pada Cina menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan sikap kekuatan utama, serta posisi dan sikap independensinya,” ujar Zhang Junshe.

Sebelumnya klaim China pada 80% kawasan Laut China Selatan membawa polemik. Sejumlah negara bersitegang dengan China seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia.

Hal ini membawa AS masuk ke kawasan dengan dalih mengamankan kebebasan perairan. Di Laut China Timur, China juga bersengketa dengan Jepang.

CNBC Indonesia

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.