Kami sampaikan kabar untuk anda

Manfaat jahe merah dan bayangan keuntungan melimpah membudidayakannya

Foto: Internet

Detikriau.org – Jahe dikenal sebagai salah satu jenis tanaman yang menghasilkan rimpang/umbi yang kerap digunakan sebagai bumbu masakan karena rasanya yang khas.

Biasanya masyarakat mengenal tiga jenis jahe, yaitu jahe putih besar, lazim juga disebut jahe kuning besar, jahe gajah, jahe badak atau jahe kombongan. Kemudian ada yang namanya jahe putih kecil, nama lainnya bisa juga disebut jahe sunti atau jahe emprit, dan yang ketiga adalah jahe merah, karena memang rimpangnya berwana jingga muda hingga merah.

Selain digunakan sebagai bumbu rempah pada masakan, sejak dulu tanaman jahe juga dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan. Di Indonesia sendiri, jahe kerap diolah menjadi jamu. Bahkan yang mengejutkan, dimasa pandemic corona ini, jahe merah terpublikasi mampu menghindari serangan virus corona karena kemampuannya meningkatkan daya tahan tubuh.

Dikutip dari halodoc.com, warna merah yang timbul pada kulit rimpang jahe merah ternyata mengandung antosianin yang sangat baik untuk tubuh.

Tidak hanya itu,jahe merah juga mengandung senyawa yang disebut phenolic, senyawa ini dapat membuat sistem pencernaan menjadi lebih lancar. phenolic bekerja untuk meredakan gejala iritasi pada sistem pencernaan, mencegah kontraksi pada perut, dan memudahkan proses pencernaan, bahkan mampu mengeluarkan gas berlebih yang ada di dalam tubuh.

Kandungan lainnya dari jahe merah yang memberi manfaat kesehatan pada tubuh adalah minyak atsiri. Kandungan tersebut baik untuk meredakan batuk pada anak sehingga tidak perlu mengonsumsi obat-obatan kimia yang dapat berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang.

Kemudian senyawa zingeron pada jahe merah juga dapat memberikan manfaat baik. Zat ini mampu mencegah terjadi inflamasi usus dengan cara menghambat enzim yang dapat memicu peradangan pada pencernaan. Selain itu, jahe merah juga dapat mengatasi kerusakan pada sendi yang disebabkan oleh radang. Dengan mengonsumsi jahe merah secara rutin, kamu dapat membuat gangguan rheumatoid arthritis dan osteoarthritis menjadi lebih baik.

Kamu juga dapat menghangatkan tubuh. Kandungan rasa pedas yang muncul karena gingerol sangat berguna agar tubuh tidak mudah kedinginan, terutama saat musim penghujan. Rasa pedas tersebut juga dapat membantu tubuh untuk pulih dari pilek atau flu dan melindungi sistem pernapasan agar tetap sehat.

Banyaknya mafaat yang terkandung membuat jahe merah banyak diburu masyarakat. Dampaknya, harga jual dikalangan petani melambung tinggi.

Bahkan salah serang warga di Tembilahan Hulu, Riau, Ito, mengaku sempat memanen jahe merah dan mendapatkan harga jual Rp70ribu perkilo.

Menanam jahe merah awalnya menurut ito hanya kegiatan sampingan saat ia menggarap lahan untuk persiapan kolam peternakan ikan lele.

“Waktu panen jahe, harga sedang bagus, jahe saya dibeli 70 ribu per kilo. Alhamdulillah jutaan rupiah masuk saku saya yang saat itu hanya beberapa hari menjelang Idul Fitri.” Cerita Ito kepada detikriau.org beberapa waktu lalu.

Lantas susahkah membudidayakan jahe merah?

Menanam jahe merah umumnya di lakukan pada lahan kebun atau tegalan. Namun ternyata menanam jahe merah juga bisa dengan memanfaatkan media karung atau polybag

.Dengan media karung tentunya membudidayakan jahe merah tidak memerlukan lahan yang luas dan pastinya lebih praktis. Untuk menghemat tempat, karung juga bisa disusun dengan sistem vertikular, yakni dengan membuat rak secara bertingkat. Penanaman jahe dengan media karung juga akan memudahkan perawatan dan memberikan hasil panen yang lebih banyak.

Persiapan media tanam

Media tanam pada jahe merah sifatnya sama dengan menanam berbagai jenis tanaman lainnya, poros, gembur dan mengandung unsur hara yang mencukupi. Komposisi bisa menggunakan media tanah, pasir, kompos dan kotoran ternak dengan komposisi 1 : 1 : 1.: 1

Jika memungkinkan, untuk kotoran ternak, lebih baik menggunakan yang sudah difermentasikan agar lebih mudah terserap oleh akar tanaman sebagai pemenuhan kandungan unsur hara yang diperlukan tanaman jahe dalam masa pertumbuhan.

Bibit Jahe Merah

Foto Internet

Bibit jahe haruslah yang benar-benar baik agar hasil panen yang didapatkan juga jauh lebih maksimal. Ciri – ciri bibit yang baik adalah berumur tua (lebih mudah dikenali dengan memencet umbi dan terasa lebih keras), bebas dari berbagai macam penyakit, berwarna cerah serta tidak ada cacat atau luka.

Setelah bibit didapat, bibit jahe merah tersebut terlebih dahulu direndam di dalam larutan fungisida. Tidak perlu lama cukup  selama 15 menit. Penggunaan fungisida bertujuan agar bibit jahe merah terbebas dari berbagai penyakit akibat jamur maupun gangguan bakteri jahat lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya kebusukan rimpang.

Kemudian bibit juga bisa direndam menggunakan zat pengatur tumbuh untuk merangsang tumbuhnya perakaran. Juga tidak perlu terlalu lama, cukup 10 – 15 menit dan kemudian dikeringanginkan.

Menyemai bibit jahe

Rimpang atau umbi jahe merah kemudian ditempatkan secara beratur diatas media semai. Media semai bisa memanfaatkan media yang tidak mudah mengikat air, misalnya dengan sekam mentah atau lebih baik sekam bakar.

Media semai ditabur didalam wadah yang pada bagian bawahnya diberi lubang agar tidak tergenang air, setinggi 5 cm sudah cukup, kemudian benih disusun secara beraturan. Selanjutnya pada bagian atasnya dilapisi kembali dengan media semai setebal kurang lebih  5 – 10 cm dan kemudian disiram dengan air secukupnya serta tempatkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Pada saat tahap penyemaian, bibit perlu dikontrol setiap hari agar kelembaban media tetap terjaga. Jika terlihat media semai agak kering, kembali disiram sedikit demi sedikit hingga kembali lembab.

Tunas baru biasanya akan tumbuh setelah usia semai mencapai umur 2 minggu, dan setelah tunas keluar, pertanda bibit jahe merah sudah siap untuk dipindah tanamankan ke wadah yang lebih besar. Dalam hal ini karung atau polybag.

Cara Menanam jahe Merah

Benih jahe merah dikeluarkan dari wadah semaian dengan cara hati-hati, usahakan akar tanaman tidak sampai putus. Bisa dilakukan dengan menyiram semaian dengan air hingga basah.

Setelah benih dicabut, dalam setiap karung tanam ditempatkan 3 hingga 5 rimpang atau bibit. Tergantung dari diameter wadah tanam.

Benih jahe diletakan dalam posisi berdiri, dengan mata tunas diatas. Setelah itu pada bagian atasnya ditimbun kembali dengan media tanam. Cukup  setebal 3 atau 5 cm saja dan bisa juga diatasnya dilapisi kembali dengan jerami kering atau sekam padi.

Siramilah bibit tersebut dengan air secukupnya dan tempatkan di area yang tidak terkena sinar matahari langsung hingga tunas mulai tumbuh menjadi daun.

Pemeliharaan

 Membudidayakan jahe merah juga tidak lepas dari tahap pemeliharaan. Diantaranya dengan  rutin melakukan penyiraman untuk menjaga kelembapan media, terutama dimusim kemarau. Penyiraman rutin dilakukan setiap hari, lebih baik saat sore hingga usia tanaman mencapai 3 bulan.

Disamping penyiraman, tanaman juga harus dijaga dari tumbuhan liar. Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan gulma pengganggu yang dapat merebut kandungan unsur hara tanah yang seharusnya hanya untuk tanaman jahe merah.

Selanjutnya jahe merah juga perlu dilakukan pemupukan susulan agar kandungan unsur hara dalam tanah tetap terjaga. Berikan pupuk susulan dengan menggunakan pupuk organik pada usia tanam 2 bulan dengan dosis kurang lebih 1/5 dari kapasitas media tanam karung tersebut. Untuk hasil terbaik, lakukan pemupukan sebanyak 3 kali hingga sebelum masa panen.

Panen Jahe Merah

Setelah berumur 10 bulan, biasanya jahe merah sudah dapat dipanen. Namun untuk hasil terbaik, tunggulah hingga tanaman jahe merah berumur genap satu tahun agar dalam keadaan benar – benar sudah tua, dan tentu saja agar rimpang jahe merah akan bertambah berat.

Cara panen jahe merah di media karung tentu sangat mudah, sobek  karung dan ambil rimpang jahe dan kemudian dibilas dengan air hingga bersih. Setelah itu di angin-anginkan atau dijemur dan siap untuk dipasarkan.

Perhitungan hasil

Dikutip dari berbagai sumber, biaya penanaman jahe merah didalam karung hanya membutuhkan biaya Rp 15 – Rp 20 per karung hingga masa panen. Biaya ini dibutuhkan untuk pembelian wadah tanam (karung/polybag), bibit, media tanam, dan pupuk.

Jka dirawat dengan baik, panen yang didapatkan rata-rata 7 – 10 kg rimpang jahe merah per karung.

Diasumsikan hanya dengan harga jual terendah Rp10 ribu per kilo, setiap karung tentu akan mendapatkan hasil jual Rp70-100 ribu rupiah.

Bayangkan saja jika anda membudidayakannya dalam 100 karung, 1000 atau lebih. Dan yang lebih menjanjikan, pasar jahe tidak pernah sepi.

Penulis; faisal

 

 

Categorised in: Tahukah Kamu ?, Yuk Bertani

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.