Kami sampaikan kabar untuk anda

Jubir Covid-19 Riau dr Indra Yovi, Klarifikasi Sejumlah Berita “Bohong”

Foto: tangkapan layar video streaming konfrensi pers perkembangan kasus covid-19 Riau yang ditayangkan secara online melalui kanal youtube, kamis

Pekanbaru, detikriau.org –Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau mengkalrifikasi beredarnya sejumlah kabar yang dipastikannya “bohong” karena ttidak dapat dipertanggunjawabkan kebenarannya.

Menurut Yovi, dimasa pandemi, ada dua hal yang harus dihadapi, yang pertama adalah persoalan coronavirus disease (covid) nya sendiri dan beredarnya berita bohong.

“Dalam dua hari belakangan ini beredar sejumlah berita bohong atau hoak. Karena berita itu sama sekali tidak pernah dikonfirmasi dan jelas tidak dapat dipertanggunjawabkan kebenarannya dan sudah meresahkan masyrakat,” Dikatakan Yovi sesat sebelum menyampaikan konfrensi pers terkait perkembangan kasus covid-19 di Riau dikutip detikriau.org melalui tayangan video streaming melalui tayangan kanal youtube, kamis

Disampaikan Yovi, ada berita yang menyatakan bahwa tambahan kasus positif harian di Riau mencapai 29 kasus. “Ini tidak benar. Penambahan kasus tertinggi harian di Riau hanya 27 kasus,”Kata Yovi mengawali.

Kemudian ada juga kabar yang menyebutkan ruang ICU untuk pasien covid-19 di Riau sudah penuh. Inipun dibantahnya. Kata Yovi, tidak pernah ada sama sekali pernyataan resmi dari gugus tugas yang menyebutkan bahwa ruang icu untuk pasien covid-19 di Riau, atau di Pekanbaru atau di RSUD Arifin Achmad penuh. Sampai hari  ini fasilitas untuk hal itu masih tersedia mencukupi jika memang nanti diperlukan.

Selanjutnya juga disebutkan adanya kabar  yang menyebutkan mengenai penetapan PSBB. Menurut Yovi, menetapkan PSBB bukanlah kewenangan daerah tetapi ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Kemudian juga disebutkannya ada kabar mengenai rekomendasi yang dikeluarkan oleh perhimpunan dokter spesialis paru di Riau. Ditegaskan Yovi, dokter spesialis paru diseluruh Riau berjumlah 32 orang dan sampai saat ini dipastikannya tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi ataupun rekomendasi mengenai covid-19.

Tidak hanya sebatas itu, menurut Yovi lagi, ada juga kabar yang menamai klaster penyebaran covid-19 tanpa dasar yang jelas. Diterangkannya, penamaan klaster ditentukan melalui analisa epidemilogi yang kuat.” Ada analisanya disitu, dari mana sumber penularannya, bagaimana trasingnya disitu, sehingga baru bisa disampaikan ini klaster A, B,C atau klaster D, jadi bukan serta merta,” dijelaskan Yovi

Yovi menyampaikan agar berhati-hati menyebarkan berita atau kabar yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya karena hal itu menyangkut nama baik.

“saya minta rekan wartawan bersedia membantu meluruskan kaba bohong  yang lebih tepatnya banyak beredar di media sosial ini agar tidak meresahkan masyarakat,” harap Yovi.

Yovi mengimbau agar masyarakat untuk tidak cepat mempercayai berita yang tidak jeals sumber dan diklarifikasi kebenarannya.

Bagi masyarakat, dilanjutkan Yovi, tidak ada hal yang lebih penting dimasa pandemic  ini selain mentaati protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah yaitu, memakai masker, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun menggunakan air yang mengalir dan hindari tempat-tempat keramaian.

“JIka tidak terlalu penting, lebih amannya tetap berada di rumah. Pernyataan ini benar, tidak akan pernah berubah sebelum vaksin untuk covid-19 sudah beanr-benar ditemukan.” Akhiri Yovi

Reporter: fsl

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.