Kami sampaikan kabar untuk anda

Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Tak Harus Tatap Muka di Sekolah

Petugas PMI Jakarta Pusat saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di ruang kelas SMP Negeri 216 Jakarta, di Salemba, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan Provinsi DKI Jakarta selama dua minggu ke depan dan diganti pembelajaran jarak jauh. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan dalam melaksanakan tahun ajaran baru 2020/2021 saat pandemi Covid-19 masih terjadi. “Kami tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan para insan pendidikan, yaitu guru, murid, dan orang tua,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Evy Mulyani, Selasa 9 Juni 2020.

Evy menyampaikan itu dalam acara bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta. Dia menegaskan kalau pembukaan tahun ajaran baru tidak serta merta ditandai dengan proses pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di sekolah.

Evy menerangkan, ajaran baru biasanya mulai Senin pekan ketiga Juli setiap tahun. Untuk tahun ini, pelaksanaan pembelajaran di sekolah sangat tergantung dengan kondisi dan situasi wabah di masing-masing daerah. Bahkan dia sudah memastikan kalau kebanyakan sekolah akan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh seperti saat ini.

“Tahun ajaran baru bukan berarti langsung kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah,” katanya sambil menambahkan kalau Kemendikbud terus mengkaji berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah.

Evy mengatakan saat ini terdapat beberapa alternatif bagi sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Pertama, pembelajaran secara daring melalui internet. Kedua, pembelajaran melalui siaran televisi dan radio. Ketiga, pembelajaran melalui modul yang diberikan kepada siswa untuk dipelajari secara mandiri dengan koordinasi antara guru dan orang tua.

Menurut Evy, pandemi Covid-19 memberikan beberapa pelajaran baik bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dia menunjuk kepada penggunaan teknologi. “Memang masih ada beberapa daerah yang harus berjuang dengan teknologi, tetapi kemudian terjadi percepatan adopsi teknologi,” kata dia.

Evy mengatakan belajar jarak jauh harus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi guru, murid, dan orang tua. Kegiatan belajar di rumah harus dilakukan dengan berbagai variasi dengan mempertimbangkan aksesibilitas murid dan orang tua di rumah. “Perlu kolaborasi yang baik antara orang tua dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Tempo.co

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.