Kami sampaikan kabar untuk anda

Kasus Tinggi, IDAI Sebut Penangan Corona pada Anak Terlambat

Ilustrasi penanganan kasus corona (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta — Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Bhakti Pulungan mengatakan penanganan virus corona (Covid-19) pada anak terlambat sehingga menyebabkan angka penularan tergolong tinggi.

“Kami bisa mengatakan ada keterlambatan (penanganan). Jika ada deteksi dini sebanyak mungkin angka PDP dan konfirmasi positif pada anak tidak setinggi ini,” ujarnya pada CNNIndonesia.com, Minggu (24/5).

Aman menyebut jumlah anak di Indonesia mencapai 90 juta anak. Namun, tes terkait virus corona terhadap anak masih ratusan ribu. Menurutnya, perlu dilakukan tes terkait virus corona yang masif kepada anak.

“Per tahun rata-rata ada 5 juta kelahiran, sekarang anak di Indonesia 90 juta, tes kita baru berapa? masih ratusan ribu, semestinya tes pada anak-anak ditingkatkan,” katanya.

Akan tetapi, Aman mengingatkan tidak mudah melakukan tes dengan metode PCR pada anak, terutama pada proses pengambilan spesimen dahak yang membuat anak tidak nyaman.

Meski demikian, pengujian dengan metode PCR dinilai harus ditingkatkan. Selain itu, penelusuran kontak pada anak mesti lebih masif mengingat mobilitas anak yang tinggi saat bermain di luar rumah.

Menurutnya, tindakan tersebut juga bisa dinilai sebagai upaya mewujudkan wilayah bebas Covid-19, sehingga aktivitas posyandu yang sempat terhenti bisa kembali dimulai.

“Imunisasi harus tetap berjalan, untuk membuka posyandu perlu clearing area, untuk itu tes PCR dan tracing pada anak perlu lebih masif,” ujarnya.

Berdasarkan data IDAI, per 18 Mei, kasus anak positif Covid-19 mencapai 584 orang. Kemudian terdapat 3.324 anak dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

Dari jumlah itu, 14 anak positif virus corona dan 129 anak PDP meninggal dunia.

Sementara, merujuk data dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19, sampai kemarin, Sabtu (23/5), jumlah kasus positif pada kelompok usia 0-5 tahun sebanyak 435 orang. Sementara kasus positif pada kelompok usia 6-17 sebanyak 1.196 orang.

CNN Indonesia

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.