Kami sampaikan kabar untuk anda

Satgas Pangan: Oknum Jual Gula Mahal, Kami Tindak!

Jakarta – Ketua Satgas Pangan, Daniel Tahi Monang menegaskan akan menindak tegas oknum yang menjual harga gula pasir di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram. Pasalnya, Satgas Pangan dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah memastikan ketersediaan komoditas ini terpenuhi hingga menjelang Lebaran.

Daniel tidak menampik, akhir-akhir ini, harga gula pasir di pasar mengalami kenaikan yang disebabkan oleh aktivitas logistik yang terhambat karena pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah daerah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga harga gula di pasar meningkat karena supply terhambat.

Akan tetapi, Satgas Pangan dan Kemendag memastikan ketersediaan gula di pasar dengan harga terjangkau melalui operasi pasar yang secara serentak dilakukan di berbagai provinsi yang pasokan gulanya sudah defisit.

“Situasi pasar yang sekarang ada sedikit gejolak, oleh karena itu kami bersama mendampingi Pak Menteri Perdagangan melakukan sidak di lapangan untuk mengetahui langsung keadaan pasar,” kata Daniel, saat melakukan operasi pasar gula pasir bersama Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto di Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Sabtu (16/5/2020).

Terkait dengan adanya oknum yang masih menjual harga gula tinggi, Daniel akan melakukan tindakan persuasif di lapangan.

“Kalau tidak diindahkan maka akan dilakukan penindakan, tapi di titik tertentu kalau memang ada yang oknum yang mempermainkan harga, kami akan turun ke lapangan,” ucap Daniel.

Pada kesempatan sama, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan, operasi pasar pendistribusian gula pasir kepada pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang Banten ini merespons masih banyaknya pedagang yang menjual gula pasir di pasaran yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, melakukan operasi pasar pendistribusian gula pasir kepada pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang Banten.  (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidiq)Foto: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, melakukan operasi pasar pendistribusian gula pasir kepada pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang Banten. (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidiq)
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, melakukan operasi pasar pendistribusian gula pasir kepada pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang Banten. (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidiq)

“Operasi pasar ini tujuannya untuk operasi pasar gula yang akhir-akhir ini naik dan ini menjelang Lebaran kita segera menambah supply agar konsumen tidak dibebani harga tinggi,” tutur Agus.

Sebab itu, bersama otoritas terkait, Kemendag memastikan distribusi gula pasir terpenuhi. Tidak hanya di pasar Tangerang saja dengan menyuplai pasokan gula 24 ton setiap hari, kebijakan ini juga akan diterapkan di DKI Jakarta, dan provinsi lainnya.

Ia mengakui, dampak pandemi Covid-19 memang menyebabkan rantai distribusi logistik dan impor terganggu. Sehingga distribusi ke masyarakat mengalami perlambatan yang memicu harga gula pasir melambung.

“Kami turun ke lapangan untuk melihat hal yang sesungguhnya dan mengidentifikasi karena memang distribusi ini dengan situasi Covid agak terganggu, dalam hal ini melambat,” tandasnya.

CNBC Indonesia

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.