Kami sampaikan kabar untuk anda

BPK: Hati-hati Gunakan Anggaran Covid-19!

Foto: Gedung BPK (detik.com/Ari Saputra)

Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghimbau kepada pemerintah untuk berhati-hati dalam menjalankan anggaran penanganan dan penanggulangan covid-19.

Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono mengatakan, dalam mengawasi keuangan negara di tengah pandemi saat ini, BPK tidak melonggarkan kebijakannya dalam mengaduit keuangan negara.

Belajar dari masa lalu, kata Agus, BPK saat ini justru akan sangat teliti mengawasi setiap aliran dana yang digunakan pemerintah dalam menggunakan anggarannya dalam penanganan covid-19.

“Kami juga punya memori ke belakang, memori organisasi yang panjang, bahwa permasalahan-permasalahan yang sifatnya krisis di zaman dahulu meninggalkan jejak permasalahan, karena ada titik-titik tertentu yang internal atau sistem kontrolnya belum terbentuk,” kata Agus dalam video conference, Senin (11/5/2020).

Sehingga pada krisis keuangan tahun 1998 terdapat masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), kemudian ada krisis perbankan pada 2008 oleh bank century, dan belum lama ini adalah masalah keuangan di Jiwasraya.

Dari kasus masa lalu itu, BPK khawatir pemerintah akan mengulang kesalahan yang sama, apabila tidak secara hati-hati menggunakan angagran penanggulangan covid-19 yang sebesar Rp 405,1 triliun saat ini.

“Ada mitigasi control-control tertentu dalam keadaan krisis yang tidak pruden [bijak]. Nah ini sudah kami sampaikan pemerintah,” kata Agus melanjutkan.

Adapun sebenarnya, pergesaran-pergeseran anggaran di mata BPK merupakan suatu hal wajar dalam mengelola keuangan. Tapi, yang terpenting harus dilakukan adalah tata kelola penggunaan anggarannya.

“Permasalahan itu dari dulu, permasalahannya bukan pada anggarannya, tapi masalah pelaksanaan anggarannya. Jadi nanti, anggaran silahkan buat sebaik mungkin dengan mitigasi alasan-alasan tertentu dan mitigasi pelaksanaannya,” tuturnya.

BPK pun sebagai instansi yang mengawasi tidak sama sekali akan melonggarkan pemeriksaannya, meski saat ini ditengah wabah pandemi covid-19 yang menjalar ke krisis ekonomi, sosial, dan tatanan budaya.

“Tapi ada standar prudentiality dan satandar profesionalisme dan fairness, itu tidak kita kurangi, dan tetap muncul pada keyakinan cukup atau mitigasi risiko menjadi temuan. Kontrol dibuat dan disesuaikan dengan keadaan bencana dan tidak terlalu bukan untik memberatkan administrasi. Ini agar mencegah tidak terjadi penyelewengan di dalam bencana,” kata Agus.

CNBC Indonesia

Tagged as: , , ,

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.