Kami sampaikan kabar untuk anda

Usut Tuntas Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China

ABK Indonesia di kapal China (KFEM/BBC)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari kasus dugaan perbudakan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal ikan Long Xin 629 milik China diusut tuntas, karena diduga ada pelanggaran hak asasi manusia. Termasuk kematian tiga WNI di kapal itu yang jenazahnya kemudian dibuang ke laut.

“Pekerja Migran Indonesia harus dilindungi dari perdagangan manusia, termasuk perbudakan dan kerja paksa, korban kekerasan, kesewenang- wenangan, kejahatan atas harkat dan martabat manusia, serta perlakuan lain yang melanggar hak asasi manusia apa yang terjadi pada ABK WNI di kapal itu harus diusut tuntas hingga selesai,” kata Kharis, Sabtu (9/5/2020).

Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kharis meminta pemerintahan memberikan pendampingan hukum terhadap 14 ABK dari kapal tersebut yang dipulangkan ke Tanah Air.

“Negara berkewajiban memberikan perlindungan dan pendampingan kepada semua WNI termasuk memastikan tidak adanya kekerasan, eksploitasi dan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang berakibat jatuhnya korban nyawa WNI dan terampasnya hak mereka sebagai ABK,” ujarnya.

Politikus PKS itu menjelaskan, sebagaimana yang tertera pada Pasal 18 Undang-Undang Hubungan Luar Negeri Nomor 37 Tahun 1999, disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban untuk melindungi kepentingan warga negara atau badan hukum Indonesia.

“Sementara pada Pasal 19 disebutkan bahwa perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman, perlindungan dan bantuan hukum bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal, Sandrayati Moniaga meminta pemerintah melakukan investigasi yang komprehensif dalam mencari tahu akar permasalahan dari meninggalnya tiga ABK Indonesia di kapal tersebut.

“Jadi harus digali akar permasalahannya. Bagaimana dia bisa sampai meninggal di tengah laut? Bagaimana rekrutmennya? Siapa yang merekrut? Apakah ada informasi yang jelas,” kata Sandra.

Menurutnya, pemerintah juga harus berani membuka perusahaan perekrut ABK tersebut.

Okezone

 

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.