Kami sampaikan kabar untuk anda

Tim Pengacara Laporkan Penyalur ABK WNI di Kapal Longxing

Sebuah tangkapan layar dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, eorang awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan bahwa kotak tersebut merupakan jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China.(MBC/Screengrab from YouTube)

Jakarta – Margono Surya & Partners menyerahkan nama agen penyalur tenaga kerja yang memperkerjakan anak buah kapal atau ABK Indonesia di Kapal Longxing ke Badan Reserse Kriminal Polri.

David Surya, salah satu tim pengacara, mengatakan mulanya mereka akan melaporkan kasus dugaan perbudakan ini. Namun rupanya, Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri telah terlebih dulu membuka penyelidikan.

“Kami akhirnya akan diajak ikut serta dalam setiap perkembangan perkara, karena kami pernah memiliki pengalaman dengan kasus-kasus seperti ini di luar negeri,” ujar David saat dikonfirmasi pada Jumat, 8 Mei 2020. Ia pun berstatus menjadi saksi.

David pun menjelaskan, alasan akan melaporkan agen penyalur tenaga lantaran telah menyalahi perjanjian laut, seperti upah dan jam kerja ABK. Ia pun telah meminta penyidik untuk menarik dan mempelajari perjanjian tersebut. “Agar tidak dibuat lagi,” kata David.

Sebelumnya, Polri menegaskan bakal mengusut kasus ABK WNI yang diduga alami perbudakan itu. “Satuan Tugas Tindak Pidana Orang (TPPO) Bareskrim akan mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo saat dihubungi pada Jumat, 8 Mei 2020.

Ferdy menuturkan polisi akan memeriksa para saksi yaitu ABK kapal. Namun, pemeriksaan baru akan dilakukan setelah mereka selesai menjalani karantina Covid-19 selama 14 hari. “Sesuai SOP. Kemudian baru akan direncanakan pemeriksaan secara virtual,” ucap Ferdy.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta KBRI Seoul berkoordinasi dengan penjaga pantai Korea menginvestigasi dua kapal Cina yakni; Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korea Selatan. Dua kapal ini diduga melakukan perbudakan terhadap anak buah kapal atau ABK Indonesia.

sumber: Tempo.co

Tagged as: ,

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.