Kami sampaikan kabar untuk anda

Hearing Komisi IV DPRD Inhil: Masyarakat tuntut penanganan serius covid-19

Ini penjelasan jubir covid-19 Inhil, Trio Beni Putra”

Suasana hearing dengan komisi IV DPRD Inhil, senin malam/Foto: mulyadi

Tembilahan, detikriau.org – Ketua Komunitas Donor Darah Inhil (KDDI) , Iwan menuntut keseriusan  dan tindakan cepat dari Pemerintah Daerah dalam hal ini disebutkan lebih kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Inhil untuk menindaklanjuti penanganan dampak atas kasus komfirmasi positif terhadap salah seorang warga di Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan Kab Inhil.

Disampaikan Iwan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV yang dihadiri sejumlah instansi terkait digedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas, Tembilahan, senin malam, selain tindakan cepat terha dap keluarga kasus komfirmasi positif pertama di Inhil tersebut, pelayanan dan perlindungan juga haruslah diberikan kepada warga dilingkungan sekitar  yang ikut terdampak, terutama dalam memberikan  jaminan rasa keamanan dengan ikhtiar nyata pemutusan rantai penularan oleh Tim Gugus Tugas.

“Ini yang kita harapkan. Harus ada tindakan cepat agar dapat memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat setempat,” Disampaikan Iwan

Khusus kepada keluarga terdampak langsung dari Tn A (inisial korban kasus komfirmasi positif pertama di Inhil. Red), iwan mengaku sudah cukup banyak bantuan yang telah berdatangan, salah satunya dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok yang bisa dimanfaatkan mereka selama menjalani masa isolasi mandiri dirumah.

Hanya saja Iwan menyebutkan bahwa bantuan yang berdatangan dari berbagai sumber itu jenis dan menunya relatif seragam.

“kita usulkan sebaiknya bantuan mungkin bisa diberikan bervariasi agar tidak ada kejenuhan jika harus mengkonsumsi menu itu-itu saja dalam masa karantina yang cukup panjang itu,” Kata Iwan lagi

Hal ini menurut Iwan harus disampaikan dikarenakan sebelumnya memang ada beberapa keluarga Tn A yang diwajibkan melakukan karantina ternyata sekali-kali tetap keluar rumah. Alasan untuk berbelanja menu makanan lainnya di pasar karena jenuh dengan menu serupa setiap harinya.

“jika tidak disikapi, kenekatan keluarga korban dengan tidak mematuhi aturan karantina dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negative lainnya. Semua diperlukan dalam rangka tindakan antisipasi,” dipastikan Iwan

Pemberlakuan pembatasan akses jalan yang dilakukan warga sebelumnya dipastikan iwan bukan untuk mengucilkan keluarga korban, tetapi dalam upaya meminimalisir kemungkinan terjadinya penularan.

Dalam kesmpatan itu Iwan juga mengaku kecewa dengan pelaksanaan hearing dikarenakan tidak adanya pihak yang bisa mewakili langsung gugus tugas covid-19 Inhil.

Meskipun ada rasa kekecewaan, namun Iwan tetap berlapang hati setidaknya apa yang menjadi kekhawatiran dan apa yang diharapakan masyarakat untuk segera dilakukan oleh Pemerintah sudah tersampaikan.

“DPRD Inhil dalam hal ini Komisi IV tentu berperan sebagai penyambung kata atas harapan kami sebagai masyarakat. Besar harapan kami hearing bukan menjadi sebatas kegiatan seremonial. Tapi harus ada tindak lanjut jelas setelahnya,” harap Iwan.

Diujung penyampaian kalimatnya Iwan menekankan bahwa kasus covid-19  bukanlah kasus main-main, kasus ini sudah mendunia. Apa yang terjadi dilingkungan warga dengan kasus positif pertama ini saja dinilai Iwan, Pemerintah terkesan sudah keteteran.

“KDDI menawarkan diri siap memberikan bantuan jika memang diperlukan. tanpa harus dibayar.” Akhiri Iwan.

Pimpinan hearing, Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino juga mengaku kecewa dengan tidak ada diahdirinya pihak yang bisa memberikan penjelasan, setidaknya mewakili Gugus Tugas Covid-19 Inhil.

Apalagi penanganan kasus covid-19 juga dipastikannya harus lakukan dengan sangat serius.

“apa yang disampaikan masyarakat  dalam hearing kali ini menjadi masukan buat kami. Tidak menutup kemungkinan hearing serupa akan kami lakukan kembali. Penanganan kasus covid-19 harus dilakukan dengan serius jika kita tidak ingin menimbulkan dampak kerugian sangat besar kedepannya terhadap Bangsa ini,” sampaikan Samino.

 

Ini penjelasan jubir covid-19 Inhil, Trio Beni Putra

Sementara itu, dikomfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Inhil, Trio Beni Putra menjelaskan bahwa tindakan antispasi yang dilakukan tim gugus tugas untuk memutus rantai penularan covid-19 dalam kaitan kasus Tn A sudah dilakukan dengan sangat serius sesuai protap penanganan covid-19.

Diantaranya, dilanjutkan trio, uji cepat dengan rapid test, sudah dilakukan dengan hasil “non reaktif” atau “negatif” menurut rapid test. Untuk kembali lebih memberikan kepastian, tim juga sudah melakukan pengambilan swab tengorokan dan dikirim ke pekanbaru untuk dilakukan uji melalui metode RT PCR.

“kepastian memang harus menunggu hasil uji swab. Tapi setidaknya dari informasi awal sudah diterima dengan didasarkan hasil pengujian melalui rapid test. Semua negatif,” ditekankan Trio

Yang terpenting menurut Trio, masyarakat juga harus memahami bahwa penularan covid-19 disalurkan melalui tetesan liur atau droplet yang keluar dari si penderita saat ia bersin atau batuk.

Menghindari paparan disebabkan droplet pasien, bisa dilakukan dengan menjaga jarak. “amannya minimal 2 meter. Jika batasan jarak itu sudah terpenuhi, tidak akan terjadi penularan”

Untuk menghindari paparan droplet yang menempel pada benda, yang memang menurut ahli virus bisa bertahan hidup dalam beberapa waktu, masyarakat bisa menghindarinya dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir. Jangan menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum mencuci bersih tangan, dan patuhi untuk menggunakan masker, minimal masker kain.

“sekali lagi yang terpenting itu patuhi imbauan pemerintah dalam kaitan dengan menjaga jarak atau physical distancing. Lebih amannya, tetap berada dirumah,” kembali ditekankannya

Apa yang dilakukan Tim gugus tugas hari ini menurut Trio seluruhnya didasari dengan petunjuk dan protap penanganan covid-19 yang telah ditentukan pemerintah, yang pastinya didasari dengan pertimbangan ahli dari berbagai sudut pandang.

“siapa yang tidak khawatir dengan penyebaran covid-19. Tapi apa yang pemerintah lakukan dipertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Untuk amannya, sekali lagi patuhi anjuran pemerintah untuk meminimasisir penularan. Pemerintah akan bekerja serius untuk memutus rantai penularan. Tapi tentu perlu dukungan masyarakat dengan cara mematuhi anjuran,”

Untuk kaitan dengan usulan pemberian menu yang beragam terhadap keluarga pasien Tn A, dilanjutkan Trio, sudah diakomodir. Tim sudah memberikan nomor  kontak yang bisa dihubungi keluarga korban kapan pun dalam kaitan kebutuhan yang diperlukan selama masa karantina.

“tinggal telpon, kami antarkan. Yang penting taati aturan karantina mandiri. Disamping menjamin tidak terjadinya penularan tentu juga akan memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat lingkungan sekitar,” kata Trio lagi.

Terkait keritikan ketidakhadiran tim gugus tugas yang dianggap bisa memberikan jawaban kepastian, Trio menyebutkan bahwa pelaksanaan hearing senin malam itu bertepatan dengan rapat yang dilakukan di Bappeda Inhil.

“SKPD yang datang tadi malam, seperti, RSUD, Dinsos, Diskes juga bagian dari Tim Gugus Tugas. Setidaknya apa yang diinginkan masyarakat sudah tersampaikan dan menjadi pertimbangan prioritas pemangku kebijakan tim gugus tugas percepatan penangan covid-19 Inhil. bahkan, Ketua DPRD sendiri juga menjabat sebagai Wakil Ketua di Gugus Tugas dan tentunya memahami benar seperti apa kebijakan yang dilakukan terkait penaganan covid-19 di Inhil.” Akhiri Trio.

Reporter: Mulyadi

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.