Kami sampaikan kabar untuk anda

Bupati Irwan : Minimnya Akses Salah Satu Penyebab Kemiskinan yang Signifikan di Meranti

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi

MERANTI (detikriau.org) –  Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi menyebutkan, salah satu penyebab kemiskinan yang signifikan di Kepulauan Meranti adalah minimnya akses. Bukan soal individual masyarakat yang miskin, tetapi akses minim yang membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lamban.

Guna menekan angka kemiskinan tersebut, lanjut Bupati Irwan, di tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan lebih fokus membuka isolasi daerah.

“Upaya ini sudah menjadi salah satu target pemerintah sejak beberapa tahun terakhir untuk menekan angka kemiskinan, hanya saja akan lebih difokuskan pada APBD 2020 ini, ” ungkap Bupati Irwan.

Selain itu, Bupati Irwan juga meminta Instansi terkait dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus melanjutkan program pembangunan dilingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti, terutama di bidang infrastruktur.

“Kita akan melanjutkan apa yang telah kita lakukan hingga tuntas. Yang terpenting adalah mengejar ketertinggalan dan membuka isolasi daerah. Artinya tahun ini (2020,red) kita masih fokus akan menyambung jalan-jalan poros untuk menghubungkan satu kecamatan ke kecamatan yang lainnya di Meranti” sebut Bupati Irwan.

Jika jalan-jalan poros antar kecamatan di kabupaten Kota Sagu ini belum terhubung dengan baik, dikatakan Bupati Irwan lebih lanjut, masyarakat petani yang berada di pelosok desa Kabupaten Kepulauan Meranti yang membawa hasil pertaniannya ke pusat penjualan atau perdagangan tentu akan terhambat.

“Dengan akses yang minim dan kondisi medan yang berat, akhirnya membawa hasil pertaniannya membutuhkan waktu yang lama, sehingga produksi pertanian menjadi rusak. Itu yang membuat harga menjadi murah dan menyebabkan tingginya kemiskinan,” tambah Bupati Irwan lagi.

Jika produksi pertanian dijual dengan harga yang murah dan kebutuhan sehari-hari dibeli dengan harga yang mahal, lanjut Bupati Irwan, tentu pendapatan masyarakat khususnya masyarakat petani di pedesaan teraebut jadi kecil dari pengeluaran yang cukup besar.

“Kalau pendekatan secara ekonomi mungkin tidak sulit untuk menganalisanya. Untuk mengurai itu, makanya jalan-jalan akan kita tembus hingga ke pelosok, sehingga akses untuk transportasi lebih mudah. Jadi pertumbuhan ekonomipun bisa meningkat,” tutur Bupati Irwan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H Said Hasyim,  salah satu tantangan yang paling utama di Meranti adalah tingginya angka kemiskinan yang disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan akses perekonomian.

Pada awal pemekaran, dikatakan Wabub Said Hasyim, angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 43 persen. Namun dengan kegigihan dan kekompakan seluruh elemen dalam melaksanakan pembangunan, angka kemiskinan tersebut secara konsisten dapat ditekan dari tahun ke tahun.

“Saat ini kemiskinan telah mancapai angka 28,99 persen. Ini menunjukkan betapa pemerintah serius dalam meningkatkan derajat dan martabat kehidupan masyarakat Kepulauan Meranti,” tutur Wabub Said Hasyim./adv

Reporter: Eko

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.