Kami sampaikan kabar untuk anda

Pemerintah distribusikan “rapid test” ke seluruh Provinsi. Pahami penjelasan berikut ini

Foto ilustrasi: Tempo.co

Detikriau.orgPemerintah menyebutkan telah mendistribusikan hampir sebanyak 500 ribu rapid test ke seluruh provinsi di Indonesia. Diminta rapid test dimanfaatkan dalam kaitan dengan tracing.

“Sudah barang tentu rapid test bukan untuk menegakkan diagnosa tetapi merupakan penapisan, penyaringan, screening, untuk mengarah pada kasus-kasus yang positif.”Ujar Jubir Pemerintah perihal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Achmad Yurianto dikutip melalui siaran youtube laman BNPB Indonesia, jumat (27/3)

Oleh karenanya, Yurianto berpesan manakala ada diantara masyarakat yang sudah melaksanakan rapid test, dan hasilnya negatif. Jangan memaknai bahwa sudah bebas dari virus. Karena beberapa kasus negatif sebenarnya adalah kasus yang sudah terinfeksi tetapi masih kurang dari 7 hari sehingga antibodi belum terbentuk maka pada saat pemeriksaan bisa memberikan kesan gambaran negatif.

Sebenarnya dijelaskan Yurianto, virus saat itu sedang berproses karena antibodi itu pada umumnya baru bisa didapatkan hari ketujuh setelah terjangkiti. Karena itu seharusnya dilakukan pemeriksaan ulang pada 7 hari kemudian dari pemeriksaan pertama.

“Manakala kemudian dalam pemeriksaan 7 hari kemudian juga negatif maka saat ini bisa dikatakan anda sedang tidak terinfeksi tapi bukan berarti kebal.” Ingatkan Yurianto

“Anda belum terinfeksi dan sangat sangat mungkin bisa terinfeksi manakala kontak dekat dengan kasus positif tetap dilakukan.”

“Tidak memperhatikan jaga jarak, pasti akan memberikan dampak yang besar, karena itu harus mewaspadai betul bahwa rapid test tidak memberikan jaminan bahwa kita tidak pernah sakit.”

“Pahami ini dengan tujuan adalah meyakinkan kita rapid test sebagai isyarat bagi kita untuk lebih berhati-hati lagi bukan kemudian untuk meyakinkan bahwa saya tidak sakit dan tidak akan sakitIni menjadi penting”. Akhiri dr Achmad Yurianto.

 

Reporter: faisal

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.