Kami sampaikan kabar untuk anda

Pesan melalui jejaring sosial “korban covid-19” ini bikin merinding. Benarkah seperti itu?

Foto: tangkapan layar laman WAG

Tembilahan, detikriau.org – Beredar di jejaring sosial, foto dengan kalimat yang membuat “merinding” terkait nasib korban terjangkiti covid-19.

Dikutip detikriau.org melalui pesan WAG, kalimat itu secara lengkap bertuliskan;

“Jika orang kesayangan anda terkena virus covid-19, ’itulah saat terakhir anda bersamanya’ karena selepas dibawa ke ICU, anda tidak bisa melihatnya dan jika meninggal duniapun anda tidak diizinkan menatap wajahnya. Kematian covid-19 lebih jahat dari AIDS. Jenajah tidak dimandikan, hanya ditayamum diatas plastik. Semua pakaiannya akan ditanam bersama jasad. Mari kita stay home, sayangi keluarga #dirumah saja.

Lantas seperti apakah sebenarnya penanganan jenazah korban covid-19?

Mengutip melalui Kompas.com, Pemulasaran jenazah Berdasarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (Covid-19) dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada sejumlah langkah pemulasaran jenazah pasien terinfeksi Covid-19.

Berikut rinciannya:

  1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.
  2. Alat Pelindung Diri (APD) lengkap harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien tersebut meninggal dalam masa penularan.
  3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.
  4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.
  5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.
  6. Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diizinkan untuk melakukannya sebelum jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.
  7. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular meninggal dunia.
  8. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.
  9. Jenazah akan diotopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diizinkan oleh keluarga dan Direktur Rumah Sakit.
  10. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.
  11. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.
  12. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah.

Sementeara itu,  Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, jenazah pasien positif virus corona akan diurus oleh tim medis dari rumah sakit yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah.

Untuk jenazah muslim, Fachrul menjelaskan bahwa pengurusan jenazah tetap memperhatikan ketentuan agama yang berlaku serta menyesuaikan dengan petunjuk rumah sakit rujukan.

Sedangkan untuk proses pemakaman bisa dilaksanakan oleh pihak keluarga setelah mendapat petunjuk dari rumah sakit rujukan, tentunya dengan memakai alat pelindung diri.

Berikut petunjuk yang harus dilakukan:

Pertama, apabila jenazah dikubur, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum.

Kedua, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.

Ketiga, jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Jika terdapat jenazah lain yang hendak dikubur, jenazah tersebut sebaiknya dikubur di area terpisah.

Keempat, bila keluarga ingin jenazah dikremasi, lokasi kremasi setidaknya harus berjarak 500 meter dari pemukiman terdekat.

Fachrul juga menganjurkan agar pelaksanaan shalat jenazah dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, shalat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh.

Shalat pun dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

reporter: Faisal

Reperensi artikel:

kompas.com, artikel dengan judul “Catat, Berikut Cara Mengurus Jenazah Pasien Covid-19 Menurut Kemenag”

Kompas.com, artikel dengan judul “Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?”

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.