Kami sampaikan kabar untuk anda

Kunyit, jahe, dan temulawak diklaim mampu mencegah virus corona

“Mulai banyak diburu. Lantas susahkah membudidayakannya?”

Detikriau.orgCurCumin merupakan senyawa aktif yang bisa ditemukan pada beberapa tanaman seperti Kunyit, jahe, dan temulawak berupa polifenol dengan rumus kimia C₂₁H₂₀O₆. Curcumin memiliki dua bentuk tautomer: keton dan enol. Struktur keton lebih dominan dalam bentuk padat, sedangkan struktur enol ditemukan dalam bentuk cairan.

Dikutip melalui beritajatim.com, Profesor Chaerul Anwar Nidom, Guru Besar Biologi Molekular Universitas Airlangga mengatakan bahwa curcumin mampu meningkatkan antibody, menguatkan sel-sel tubuh dan diyakini akan mampu mencegah dan menangkal terjangkiti virus corona.

jahe merah./Foto: Net

Kunyit./Foto: Net

Temulawak. /Foto: Net

“Tidak perlu khawatir, dengan lebih banyak mengkonsumsi Curcumin, daya tahan tubuh menjadi meningkat. Jangan disalahkan virusnya, virus apapun jenisnya akan tetap ada di sekitar kita. Tinggal kita yang harus menjaga kekebalan tubuh kita. Dengan memanfaatkan curcumin, kita bisa mengurangi penggunaan masker dan membeli obat kimia. Gunakan Curcumin, itu pencegahan terbaik dan termurah,” ujarnya.

Beredarnya kabar ini lantas membuat masyarakat memburu tanaman yang banyak ditemui di Indonesia ini. Penjual bahkan mulai kesulitan mendapatkan pasokan dan harganya-pun meningkat. Padahal membudidayakan tanaman yang lazim dipergunakan untuk bahan jamu ini sangatlah mudah.

Kunyit, Jahe, dan Temulawak bisa dibudidayakan hanya dengan memanfaatkan polybag maupun karung bekas.

Syaratnya hanya dengan menggunakan media tanam yang gembur, poros, kaya unsur hara dan mendapatkan pencahayaan matahari yang cukup.

Tanaman hanya perlu disiram air tapi dengan catatan umbi tidak sampai tergenang.

Pemberlakuan perawatan seperti ini sudah mampu menjadikan tanaman tumbuh subur dan sehat.

Kenapa harus membeli jika bisa dibudidayakan sendiri ?/Am

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.