Kami sampaikan kabar untuk anda

Kondisi Kesehatan PDP Covid-19 di RS rujukan Puri Husada Tembilahan membaik

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan/ Foto: Riau1

Tembilahan, detikriau.org – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona atau Covid-19 yang dirawat diruang isolasi Rumah Sakit rujukan Puri Husada Tembilahan, kondisinya mulai berangsur membaik.

Menurut keterangan Kepala RSUD Puri Husada, dr Saut Pakpahan, suhu tubuh pasien sudah menurun.

“kondisi pasien membaik, deman tak ada lagi. Batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas berkurang. Mudah-mudahan akan semakin membaik,” Ujar dr Saut Pakpahan menjawab komfirmasi detikriau.org melaui pesan WA, kamis sore

Dalam pemberitaan sebelumnya, ABK kapal  yang baru tiba dari Malaysia ini dilakukan  pemeriksaan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Tembilahan pada Selasa,(3/3) dan saat itu diketahui ianya mengalami demam dengan suhu tubuh 37,5oC.

Pada pemeriksaan kedua, suhu tubuh juga tidak menurun serta menunjukkan gejala yang mengarah pada virus corona seperti bersin, batuk, dan sakit tenggorokan.

Menurut keterangan Kepala KKP Tembilahan, Jufrihadi, hasil introgasi, ABK ini mengaku bahwa saat berada dimalaysia sempat berbelanja disalah satu kawasan di Batu Pahat selama lebih kurang satu jam.

Namun tidak diketahui secara pasti apakah ABK ini sempat melakuan kontak langsung dengan salah seorang warga di Negara Malaysia yang sudah ter-confirm terjangkiti virus mematikan ini saat melakukan aktifitas berbelanja tersebut.

ABK kapal ini selanjutnya dirujuk ke RSUD Puri Husada bersama enam orang awak kapal lainnya.

Menurut dr Saut Pakpahan saat itu, setelah menerima rujukan, satu orang yang menunjukkan gejala mirip Corona langsung ditangani dan ditempatkan diruang isolasi. Sedangkan enam awak kapal lainnya dilakukan observasi diruang observasi khusus.

Hasil pemeriksaan oleh pihak RSUD PH yang dilakukan terhadap PSP corona nantinya menurut dr Saut akan disoundingkan dengan hasil pemeriksaan swap tenggorokan yang akan dilakukan oleh Tim ditingkat Provinsi dan selanjutnya itu akan dikirim ke Jakarta.

“Kita belum bisa melakuan pemeriksaan terkait hal itu. Makanya hasilnya harus kita kirim ke Jakarta untuk mengetahui hasil pastinya,”ujar dr Saut dalam wawancara doorstop, rabu.

Untuk sekedar memberitahu, Kementrian Kesehatan (Kemkes) melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemkes sekaligus juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto telah memberikan penjelasan mengenai istilah yang digunakan terkait Covid-19, yakni, Orang Dalam Pengawasan (ODP), pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, dan confirm Covid-19

Pertama, ODP adalah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke negara Indonesia dari negara yang terkonfirmasi di wilayahnya terjadi penularan COVID-19.

ODP tersebut, bisa saja kondisinya sedang tidak sakit.

Selanjutnya jika ODP menunjukkan gejala sakit sesuai dengan COVID-19 maka statusnya naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

PDP adalah mereka yang menunjukkan gejala influenza ringan hingga berat.

Hal pertama yang ditanya menurut Yuri adalah, apakah ada riwayat kontak dengan yang positif COVID-19, kalau ada dan kuat kita tempatkan dia sebagai ‘suspect‘ COVID-19.

Selanjutnya, pasien suspect COVID-19 akan diperiksa spesimennya menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. Jika hasilnya positif maka susfect statusnya akan meningkat menjadi Confirm Covid-19.

“Banyak sekali kasus terlaporkan positif tapi gejala tidak terlalu berat, gejala untuk akses pemeriksaan spesimen saat ini tidak dalam kondisi ‘suspect‘, tapi sejak PDP langsung kita lakukan pemeriksaan virus,” ujar Yuri.

 

Reporter: Fsl

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.