Kami sampaikan kabar untuk anda

WHO: tidak perlu pakai masker jika sehat

“Ketahui fakta cara penularan, gejala terjangkiti virus, dan cara melindungi diri”

Detikriau.org – Menurut badan kesehatan dunia bentukan PBB, World Health Organization (WHO), orang tanpa gejala gangguan pernapasan seperti batuk, tidak perlu menggunakan masker. Sebaiknya, masker tersebut diutamakan untuk para penderita COVID-19 dan para tenaga medis yang merawat pasien ataupun keluarga yang mengurus pasien.

Masker merupakan alat pelindung diri yang sangat penting untuk mereka, sehingga penggunaannya pada orang sehat sebaiknya dibatasi agar persediaan di fasilitas kesehatan maupun untuk orang yang benar-benar membutuhkan, tidak menipis.

Berikut ini kondisi yang memang membutuhkan penggunaan masker:

  • Mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk dan bersin-bersin
  • Mencurigai sedang mengalami COVID-19 meski gejalanya masih ringan
  • Merawat orang yang terinfeksi virus Corona secara langsung
  • Baru kembali dari luar negeri atau area yang menjadi pusat penyebaran virus Corona
  • Pernah berkontak dalam jarak dekat dengan orang yang baru kembali dari area penyebaran virus dan merasakan gejalanya

Penularan virus Corona

Berikut ini fakta seputar penularan virus Corona, jangan sampai Anda salah kaprah dan percaya informasi yang salah.

  • Penularan paling mungkin terjadi antarmanusia yang berkontak dalam jarak dekat (sekitar 1,8 meter) dengan penderita.
  • Penularan tidak terjadi melalui udara, tapi lewat droplet atau tetesan carian tubuh penderita, seperti air liur saat batuk dan bersin.
  • Saat penderita bersin atau batuk tanpa menutup mulutnya, maka tetesan kecil-kecil air liur yang keluar bisa saja mendarat di tangan orang lain. Lalu, saat orang tersebut makan tanpa cuci tangan atau mengusap hidung, virus pun bisa masuk ke tubuh.
  • Penularan melalui permukaan benda yang pernah disentuh penderita bisa saja terjadi, tapi kemungkinannya lebih kecil.
  • Penularan melalui benda mati bisa terjadi jika penderita bersin atau batuk, lalu tetesan liurnya jatuh ke meja, kursi, atau benda mati lainnya. Lalu, setelah itu ada orang lain di area yang sama menyentuh benda tersebut.
  • Pasien yang mengalami infeksi COVID-19, paling mudah menularkannya pada orang lain saat gejalanya sedang parah-parahnya.
  • Meski begitu, penularan dari penderita ke orang lain juga bisa terjadi saat penderita belum mengalami gejala apapun, tapi kemungkinannya sangat rendah.
  • Penularan juga dapat terjadi saat penderita hanya mengalami gejala ringan. Sehingga, bisa saja penderita hanya batuk ringan dan badannya terasa sehat, tapi ternyata sudah bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Gejala jika tertular virus Corona

Gejala infeksi COVID-19 memang tidak spesifik. Penderitanya bisa saja tidak mengalami gejala sama sekali, hanya mengalami gejala ringan, hingga komplikasi serius seperti pneumonia dan kematian.

Sejauh ini, berdasarkan sekitar 55.000 kasus yang dilaporkan ke WHO, tanda gejala yang paling umum dialami oleh penderita infeksi virus Corona adalah:

  • Demam (sekitar 80%)
  • Batuk kering (sekitar 70%)
  • Merasa letih (sekitar 40%)
  • Ada dahak di tenggorokan (sekitar 35%)
  • Napas pendek-pendek atau sesak napas (sekitar 20%)
  • Sakit tenggorokan (sekitar 14%)
  • Sakit kepala (sekitar 14%)
  • Nyeri otot dan nyeri sendi (sekitar 15%)
  • Menggigil kedinginan (sekitar 11%)
  • Mual, muntal, dan hidung tersumbat (sekitar 5%)
  • Diare (sekitar 4%)
  • Batuk darah (sekitar 1%)
  • Sakit mata (sekitar 1%)

Orang yang terinfeksi virus SARS COV-2 umumnya akan mengalami gejala 5-6 hari setelah infeksi terjadi. Kebanyakan orang yang terinfeksi (sekitar 80%) hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Tingkat kesembuhan infeksi ini juga baik.

Sekitar 14% dari total penderita mengalami infeksi serius dan 6% penderita mengalami kondisi kritis akibat virus Corona.

Melindungi diri dari penularan virus corona

Karena COVID-19 adalah penyakit baru, maka vaksin untuk mencegah penularan SARS COV-2 masih terus dikembangkan. Bukan dengan menggunakan masker, untuk sementara waktu, Anda bisa melindungi diri dari infeksi virus ini dengan melakukan langkah seperti:

  • Sering-sering mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Saat bersin atau batuk, JANGAN tutup mulut dengan telapak tangan TAPI gunakan siku bagian dalam atau tisu.
  • Jangan sentuh mulut, mata atau hidung, sebelum mencuci tangan sampai bersih.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit.
  • Jangan menggunakan benda apapun bersama dengan orang lain saat sedang sakit, termasuk gelas, alat makan, selimut atau handuk.
  • Bersihkan permukaan meja, kursi, telepon genggam, maupun benda-benda lainnya yang sering disentuh.
  • Jangan bepergian apabila sedang sakit, termasuk ke sekolah, kantor, ataupun tempat umum lainnya.

SEHATQ

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.