Kami sampaikan kabar untuk anda

Harga masker pelindung di Tembilahan melonjak. Benarkan mampu hindarkan terjangkiti CORONA?

Tembilahan, detikriau.org – Harga penjualan masker di kota Tembilahan melonjak tajam. Kondisi ini diyakini disebabkan kekhawatiran masyarakat terkait penyebaran virus corona (Covid-19).

Pantauan detikriau.org di salah satu apotik di jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, seperti misalnya masker pelindung tipis yang biasa diperjual-belikan seharga Rp1000, saat ini melonjak tajam menjadi Rp5.000.

Kenaikan ini katanya dipicu tingginya permintaan dan terbatasnya jumlah pasokan dari distributor sehingga harga ditingkat penyalur juga naik dan memaksa penjual menyesuaikan harga.

“harga dari penyalur juga naik, kita terpaksa menyesuaikan,” Ujar salah seorang karyawan apotik,” senin (2/3)

Benarkah penggunaan masker mampu menghindari terjangkiti corona?

Dikutip melalui ANTARA, penyebaran corona tidak bisa dihindari dengan menggunakan masker, sekalipun berjenis N95 dan masker respirator.

Spesialis pencegahan infeksi, Eli Perencevich, MD, profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa mengatakan, seseorang tidak membutuhkan masker dan tidak boleh menggunakannya.

“Rata-rata orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker dan mereka seharusnya tidak mengenakan masker, ” kata Dr. Perencevich.

“Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka. Mereka memakainya secara salah, dan mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena masker tersebut lebih sering menyentuh wajah mereka,” lanjutnya.

Dr. Perencevich mengatakan virus corona ditularkan melalui tetesan atau cairan bukan udara. Itu berarti Anda tidak dapat menghirupnya secara acak sehingga masker dengan standar bedah sekalipun tidak dapat membantu seseorang terhindar dari virus corona.

Masker dirancang untuk menjaga agar tetesan, cairan atau udara tetap bisa masuk bukan untuk mencegah masuk.

Pemakaian masker diperuntukkan bagi orang yang sakit sehingga tidak menularkan pada orang lain.

Sebelumnya melalui CNN Indonesia, pemerintah resmi melaporkan dua warga Indonesia terjangkiti virus corona.

Menurut Presiden Joko Widodo, kedua warga ini awalnya sempat kontak langsung dengan WNA asal jepang yang positif terjangkiti corona.

“Ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia. Dicek di sana ternyata positif Corona. Tim di Indonesia langsung menelusuri,” kata Jokowi di Jakarta, Senin (2/3).

Penelusuran itu, kata Jokowi, dilakukan terhadap siapa saja yang ditemui oleh orang Jepang itu serta lokasi pertemuannya.

“Ternyata orang yang telah terkena Virus Corona ini berhubungan dengan dua orang, seorang ibu yang umurnya 64 tahun, dan putrinya 31 tahun,” tutur Jokowi.

“Dicek oleh tim kita pada posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya mendapat laporan dari Pak Menkes [Terawan] bahwa ibu ini dan putrinya positif corona,” katanya.

“Di indonesia. Sudah di rumah sakit,” kata Jokowi menambahkan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan dua WNI yang positif virus corona tersebut saat ini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Laporan: Am

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.