Kami sampaikan kabar untuk anda

Ajukan Memori Banding. Ini Alasan Tim Kuasa Hukum Kamarek

Aksi unjuk rasa bela Kamarek di depan PN dan Kejaksaan Tembilahan. / Foto: Fsl

Tembilahan, detikriau.org – Ketua tim kuasa hukum, Zainuddin Acang yang baru mendampingi Kamarek setelah putusan PN Tembilahan membenarkan pihaknya telah mengajukan memori banding.

Zainudddin juga kembali mempersoalkan bahwa selama proses persidangan Kamarek tidak mendapatkan pendampingan penasehat hukum yang seharusnya menjadi haknya.

Dari aspek keadilan menurut Acang, berdasar fakta yang terungkap dalam persidangan, Kamarek hanyalah orang yang bekerja dan mendapat upah dari H Pewa (DPO).

“Artinya Kamarek bekerja atas dasar perintah dari H Pewa yang semestinya menjadi pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya peristiwa kebakaran lahan tersabut,” Sampaikan Acang, Kamis

Acang juga menilai bahwasanya putusan PN Tembilahan jauh dari pemberiaan azaz manfaat dan kepastian hukum bagi terdakwa yang sudah berusia renta.

Putusan Majelis Hakim juga disebut tidak berdasar.

Acang berpendapat, berdasarkan baku mutu, atas dasar apa majelis hakim memutuskan berat atau ringannya terhadap pelaku tindakpidana lingkungan.

“Oleh karenan tim kuasa hukum yang melayangkan permohonan banding dengan alasan yuridis,” Kata Acang

Acang menjelaskan bahwa alasan yuridis tersebut diantaranya adalah bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kabur atau tidak benar.

Selama persidangan terdakwa tidak didampingi oleh penasehat hukum yang tidak sesuai dengan pasal 56 KUHP sehingga tidak berjalan hak dan azaz keseimbangan hukum terhadap terdakwa.

Keterangan saksi juga dinilai kontradiktif karena tidak ada kesesuaian atau kesamaan.

Tidak ada seorangpun saksi yang melihat terdakwa melakukan pembakaran.

Saksi ahlli yang dihadirkan JPU dinilai tidak memenuhi criteria sebagaimana putusan MA No 36/KMA/SK/II/2013 tentang tentang perlakuan pedoman penanganan perkara lingkungan hidup

“majelis hakim juga kami nilai tidak mempertimbangkan unsure genus (delik materil dan dellik formil) dalam tindakpidana lingkungan sesuai putusan MA No 36/KMA/SK/II/2013 tentang perlakuan pedoman penanganan perkara lingkungan hidup.” Akhiri Acang./Fsl

 

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.