Kami sampaikan kabar untuk anda

Aga Kareba Bu? Kalimat Awal Dialog Terbuka Massa Aksi GEMPAR dengan Ketua PN Tembilahan

“Seratusan massa aksi demontrans tuntut pembebasan terpidana kasus karhutla Kamarek”

ketua PN Tembilahan, Nurmala Sinurat SH MH saat memberikan tanggapan didepan massa aksi Gempar, kamis (27/2)/ Foto: detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org –  Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Nurmala Sinurat, SH,MH membenarkan dirinya mengetahui bahwa terpidana kasus pembakaran hutan dan lahan, Kamarek tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Bahkan Nurmala juga membenarkan bahwa dalam proses persidangan, kakek berusia 60 tahunan yang telah divonis 6 tahun kurungan penjara, denda 3 miliar, dan subsider 6 bulan penjara ini tidak didampingi oleh penasehat hukum.

Pengakuan ini disampaikan oleh Nurmala Sinurat dalam dialog terbuka dengan Korlap massa aksi Gerakan Peduli Kamarek (GEMPAR), Nawawi dalam aksi unjuk rasa di depan kantor PN Tembilahan, kamis (27/2/2020)

Aga karepa bu? Sapa Nawawi kepada ketua PN Tembilahan, Nurmala Sinurat, SH,MH mengawali dialog yang hanya terpisah pagar besi PN Tembilahan.

Nurmala sejenak sempat terdiam, dan kemudian menyampaikan permintaan maaf karena dirinya tidak tidak mengerti bahasa daerah setempat dan meminta penanya untuk mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Lantas sipenanya mengatakan bahwa jika ibu tidak memahami apa arti suatu bahasa, tentu ibu harus mencari “translate”, tentu ibu harus mencari orang yang lebih faham.

Dilanjutkan penannya, apakah ibu juga mengetahui bahwa terpidana “Kamarek” tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar?

Nurmala menjawab “ Tau”. Namun Nurmala menambahkan bahwa Kamarek benar sulit berbahasa Indonesia, tapi bukan tidak bisa. “jadi tolong dibedakan antara sulit dengan tidak bisa” katanya

Sipenanya kembali mempertegas bahwa kamarek bukannya sulit berbahasa Indonesia namun memang tidak bisa.

Penanya melanjutkan. Saat itu apakah ibu ada memberikan pendampingan hukum kepada Kamarek?

Tidak ada, jawab Nurmala tegas.

“Beliau memang tidak didampingi penasehat hukum, tetapi hak-haknya sudah kami sampaikan dalam persidangan dan beliau menyatakan akan menghadapi sendiri persidangan. Jadi tidak ada kewajiban kami PN tembilahan untuk menunjuk penaset hukum untuk mendampingi beliau.” Ujar Nurmala

Lanjut penanya, tadi saat saya ajak ibu berkomunikasi dengan bahasa bugis, ibu tidak tau. Demikian juga keadaannya dengan pak kamarek saat itu yang tidak mengerti berbahasa Indonesia.

“Harusnya demi kemanusian dan demi keadilan, ibu harus melihat, pak kamarek harus dibantu,” pendapat penanya.

Dalam dialog yang cukup menyita perhatian ini, Ketua PN Tembilahan, Nurmala Sinurat menyatakan bahwasanya seluruh majelis hakim dalam melakukan persidangan tentulah harus mengikuti hukum beracara yang berlaku, demikian pula halnya pemberlakuan untuk terdakwa kamarek saat itu.

Sekali lagi Nurmala mengatakan, terdakwa saat itu diakuinya memang kurang mampu berbahasa Indonesia tetapi bukan berarti tidak bisa.

“Khusus untuk perkara pak kamarek, kami selalu mengulangi pertanyaan, apakah sudah mengerti apa yang kami pertanyakan”

“ketika beliau kurang mengerti, dibantu oleh salah seorang penuntut umum yang memang juga orang bugis. Menyampaikan apa yang kita sampaikan.”

Mendengar ini, massa aksi meneriaki bahwa itu bukan prosedur berpekara

Nurmala kembali melanjutkan bahwa penilaiannya, pada prinsifnya setiap majelis hakim bertanya pak kamarek menjawab dengan baik dan benar dan menyambung dengan pertanyaan.

Nurmala menkankan bahwa yang dibenarkan membahas pertimbangan hakim adalah Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung atau dalam bentuk seminar dan lokakarya.

“Jadi, Kalau saudara bertanya tentang putusan, kami tidak akan jawab. Tapi jika ada hal yang akan disampaikan, kami akan tampung aspirasinya dan kami jawab sebisa kami.” Katanya

Nurmala katakan bahwa majelis hakim yang mengambil keputusan sudah dengan pertimbangan yang matang, sesuai fakta yang ditemukan dipersidangan. Hakim tidak bisa menduga apa yang terjadi diluar persidangan.

“Jika saudara menilai kami tidak menggunakan hati nurani, saudara salah. Karena kami memutus berdasarkan hukum dan keadailan. Darimana fakta kami dapat, tentu fakta persidangan” katanya lagi

“Kalau ada kekecewaan dengan instansi lain, silahkan, kami hanya memeriksa perkara yang diajukan kepada kami jadi jangan melebar kemana-mana.” Akhirinya.

Massa Gempar menilai putusan PN Tembilahan justru tidak sesuai fakta persidangan.

Dalam fakta persidangan, para saksi menyatakan bahwa pembakar lahan adalah H Pewa yang saat ini masih buron dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dan tidak ada satupun saksi yang melihat langsung Kamarek membakar lahan.

Kecewa dengan tanggapan Ketua PN Tembilahan, massa sempat mengancam akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Sikap bertahan massa aksi berlarut hingga menjelang sore hari dan akhirinya sekira pukul 17.30 Wib membubarkan diri setelah ketua kuasa hukum Kamarek, Zainuddin hadir dan memberikan pengertian ditengah massa aksi.

“Upaya pembelaan hukum sedang berproses. Saudara sedih, saya jauh lebih sedih. Tapi kita tuntut keadilan melalui aturan hukum yang berlaku”. Ajak Zainuddin mendinginkan massa aksi.

Sebelum membubarkan diri, Koordinator aksi menyatakan bahwa GEMPAR akan terus mengawal proses banding Kamarek hingga ketahap pengadilan yang lebih tinggi.

Laporan: Fsl

 

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.