Kami sampaikan kabar untuk anda

Pemkab Inhil diminta tertibkan aktifitas perdagangan di pasar induk Tembilahan

sudah selama bertahun-tahun, Pemkab terkesan tutup mata”.

Didampingi Bupati Inhil, HM Wardan, (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau kondisi pasar induk di jalan Yos Sudaraso Tembilahan beberapa waktu lalu

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk menata rapi aktifitas perdagangan dipasar induk kota Tembilahan.

Pemanfaatan ruang publik yang tidak sesuai peruntukan selama ini menjadikan harapan untuk mewujudkan kota Tembilahan yang bersih dan Indah  terkesan hanya sebatas “isapan jempol”

Pantauan lapangan detikriau.org, sudah selama bertahun-tahun, Pemkab Inhil terkesan sepertinya hanya “tutup mata”.

Sebut saja misalnya, lapangan air mancur, di jalan jendral sudirman Tembilahan.

Lapangan terbuka seukuran sekira ratusan meter persegi itu awalnya merupakan salah satu taman kota.

Dulu dilokasi itu memang dibangun kolam kecil dilengkapi fasilitas  apik air mancur dan sekelilingnya ditanami berbagai tumbuhan yang menyejukkan mata.

Sebagian lahannya, juga dimanfaatkan sebagai ruang parkir kendaraan untuk masyarakat yang akan berbelanja di pasar Induk yang keberadaannya dibantaran sungai Indragiri itu. Tujuannya pastilah agar arus lalu lintas di badan jalan yang berada di jantung Ibu Kota Kabupaten Inhil ini lancar dan nyaman bagi masyarakat.

Namun sayangnya, saat ini dilokasi taman itu disesaki ratusan lapak pedagang dengan bangunan tenda seadanya. Berjubel, sembraut dan sangat tidak mengenakan pandangan mata.

Belum lagi, diseputaran badan jalan yang mengelilinginya juga berdiri kios-kios kecil berdinding papan yang semakin membuat pemandangan kota menjadi kumuh.

Tidak hanya lapangan air mancur, menunjang cita-cita menjadikan kota Tembilahan bersih dan nyaman. Ratusan meter sisi pantai dipesisir bantaran sungai Indragiri juga dibangun turap beton. Disisi sebelah dalam, dulunya sudah mulai ditata rapi tanaman pohon penghijauan.

Badan jalan yang berada persis di sisi turap beton (Jl Yos Sudarso),-pun sudah diperkeras menggunakan aspal hotmix. Hitam dan mulus.

Sekali lagi perlu disayangkan, penataan yang awalnya sudah sempat mulai menunjukkan hasil positif itu, kini kembali buyar.

Kondisi buyarnya penataan yang hampir membuahkan hasil itu, mungkin sepenuhnya bukan kesalahan pemangku kebijakan.

Pasar terapung, tempat aktifitas ribuan pedagang, kondisinya memang sudah sangat menua dan sudah beberapa kali sebagian bangunannya ambruk. Diperparah lagi dengan dua kali peristiwa amukan api yang memaksa pedagang kehilangan lapak “penggantung hidup”.

Penataan ulang dengan wacana pembangunan baru pasar terapung juga sempat tersiar. Dulu di tahun awal masa kepemimpinan Gubernur Riau Annas Maamun. Tapi kembali tidak jelas setelah mantan Bupati Rokan Hilir ini tersandung kasus hukum.

Setelah terpilihnya Gubernur Riau, Syamsuar, wacana penataan ulang bangunan pasar terapung yang diperkirakan membutuhkan biaya puluhan miliar itu kembali terangkat. Bahkan secara langsung Gubernur Riau masa bhakti 2019 – 2024 ini-pun sudah pernah berkunjung di pasar rakyat terbesar di Kabupaten Inhil itu.

Pasca kebakaran pertama, menggunakan dana CSR, didirikan bangunan pasar sementara yang berdiri persis disisi bangunan pasar terapung.

Kemudian setelah peristiwa kebakaran besar kedua yang menghanguskan ratusan kios dan lapak pedagang, kembali dengan dana CSR, pemkab membangun pasar sementara, tapi sayangnya dibangun dengan memanfaatkan sebagian besar ruas jalan Yos Sudarso.

Sembrautnya penataan pasar yang didasari berbagai sebab ini, seakan tak pernah ada akhir.

Sebut saja sepertinya disepanjang turap beton yang seharusnya sebagai sarana jalan pengunjung pasar itu, juga kini dijubeli pedagang.  Bahkan layangan surat larangan dari Pemkab Inhil melalu Satpol PP –pun sepertinya tak membuahkan hasil.

Entah apa sebab.

Lantas apakah tidak boleh berasumsi mungkin saja ada oknum-oknum yang menikmati dan mendapatkan kuntungan dengan kondisi seperti ini. Entahlah.

Penulis: Redaktur Pelaksana detikriau.org: Muhammad Faisal

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.