Kami sampaikan kabar untuk anda

Aktifitas pedagang subuh di Tembilahan“Sembraut dan Jorok”, pemangku kebijakan apa tidak gerah?

Foto: Ist

Tembilahan, detikriau.org – Warga mengeluhkan ketidakteraturan aktivitas pedagang subuh di kota Tembilahan. Disamping mengganggu arus lalulintas,  sampah sisa dagangan berserakan mengotori lingkungan dan menimbulkan kesan kumuh.

“harusnya diatur dengan baik. Jangan seperti saat ini. Pedagang seenaknya menggelar lapak dagangan. Manalagi sampah berserakan. Jorok!,” Ujar salah seorang warga Tembilahan, Andi  saat berbincang dengan detikriau.org, selasa.

Menurut Andi, kondisi seperti ini bukanlah hal yang baru, pemandangan tumpukan sampah berserakan, semakin diperparah dengan tidak teraturnya penempatan parkir kendaraan.

Bayangkan saja menurut Andi, satu jalur ruas jalan jendral sudirman dimana lokasi aktifitas perdagangan subuh ini berlangsung hanya selebar hitungan beberapa meter.

Kadang penempatan parkir kendaraan roda dua berjejer berlapis, belum lagi sejumlah pengemudi becak yang semakin mempersempit badan jalan. Dijalur sebelahnya, truk pick-up juga parkir menjajakan berbagai jenis barang dagangan.

“pokoknya sembraut bang. Apalagi lokasinya persis berada dijantung kota. Pemangku kebijakan yang ada di Kabupaten ini masak iya tidak gerah? Keberadaan pedagang itu hal yang wajar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi ya seharusnya ditata dengan baik agar kota juga menjadi lebih indah dan bersih. Ini baru pedagang subuh, aktifitas jual beli dipasar siang harinya juga tidak berbeda jauh.” Ungkapnya

sampah sisa dagangan bahkan juga tampak memenuhi dan menyumbat saluran drainase

Terkait kondisi seperti ini, Ketua Perkumpulan Pedagang Subuh (PPS) Riau, Arfandi tidak menampik. Hanya saja menurutnya, saat ini tidak seluruh pedagang yang mencari rezky disubuh hari itu adalah anggotanya.

“Organisasi PPS masih sangat baru. Lokasi aktifitas anggota kita berada di lorong bengkel. Diluar itu bukan, dan saya tidak memiliki tanggungjawab serta kewenangan untuk mengaturnya,” Ujar Arfandi dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya. Selasa

Fandi memastikan, PPS lahir dengan cita-cita untuk menjadi payung hukum legal bagi pedagang subuh.

Disamping pedagang dapat mencari rezky dengan tenang dan tidak menjadi korban pungli, dengan berkumpulnya dalam satu wadah yang sah secara hukum, tentu akan lebih mempermudah mengatur aktifitas anggotanya termasuk tempat lingkungan dimana ia berdagang.

“ Kita bercita-cita kedepannya agar aktifitas pedang subuh ini menjadi salah satu destinasi perdagangan yang nyaman, aman, teratur dan bersih.” Akhirinya.

Laporsan: Fsl

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.