Kami sampaikan kabar untuk anda

Bupati-wali kota se-Riau diminta siaga hadapi potensi karhutla

“Surat edaran tersebut dilatarbelakangi informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan melihat perkembangan situasi telah muncul titik panas dan titik api di beberapa daerah”

Pekanbaru – Gubernur Riau, Syamsuar, mengirimkan surat kepada seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Riau untuk melakukan pencegahan dan bersiaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini mulai terjadi.

“Kita menghimbau pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih waspada dan siap dalam melakukan pencegahan karhutla sebagai upaya preventif,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger  saat menjelaskan surat edaran Gubernur Riau, di Pekanbaru, Selasa.

Ia menjelaskan, surat edaran tersebut dilatarbelakangi informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan melihat perkembangan situasi telah muncul titik panas dan titik api di beberapa daerah. Surat edara tersebut ada lima poin penting terkait pencegahan karhutla di Riau.

Pertama, pemerintah daerah di kabupaten/kota harus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Serta mencegah terjadinya karhutla tanpa sengaja seperti akibat puntung rokok, membakar sampah sembarangan, membuat api unggun di lahan yang kering dan perbuatan lain yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Poin kedua, bupati dan wali kota agar menyiagakan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pemadaman karhutla. Ketiga, menyiaga seluruh aparatur pemerintah kabupaten/kota dan mengkoordinasikan dengan TNI, Polri, dan instansi vertikal di daerah serta unsur masyarakat.

Poin keempat, bagi daerah yang telah muncul titik panas dan titik api khususnya di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, dan Kabupaten Siak, agar segera menetapkan status siaga darurat.

“Dan mengaktifkan posko darurat Karhutla serta melakukan langkah-langkah agar titik api tidak meluas,” katanya.

Poin kelima, bupati dan wali kota harus menganggarkan dana tanggap darurat.

“Mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga yang cukup dan siap digunakan setiap saat dalam keadaan darurat bencana,” demikian Edwar Sanger./ANTARA/FB Anggoro

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.