Kami sampaikan kabar untuk anda

Naik kelas, KLHK jerat aktor dibalik layar kejahatan perusakan lingkungan dan kehutanan

KLHK menggelar konferensi pers di ruangan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Jakarta, Rabu (5/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyanti Rikin )

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lakukan  penegakan hukum (gakkum) terhadap pelaku perusakan lingkungan dan kehutanan.

Tindakan tegas tehadap pencemar limbah bahan beracun berbahaya (B3) dan pertambangan timah tanpa izin ini menggiring bos besar atau direktur utama PT NTS di Bekasi dan pemodal pertambangan timah tanpa izin di Bangka Belitung.

Dilansir suara pembaharuan yang dikutip melalui beritasatu.com Direktur Penegakan Hukum Pidana Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Yazid Nurhuda, mengatakan, melalui penangkapan dan penahanan ini, tim gakkum KLHK ingin memberi pesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal yang sama.

“Kami serius melakukan penindakan. Kita ingin naik kelas untuk menjerat pelaku di balik layar dalam kejahatan lingkungan akan kami tindak,” kata Yazid di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dalam kinerja gakkum penyidik pegawai negeri sipil di KLHK selama tahun 2015-2020 sudah ada 758 kasus P21 atau yang akan masuk pengadilan. Namun, sebagian besar yang jerat adalah pelaku di lapangan. Penahanan dua aktor kejahatan lingkungan yang baru saja dilakukan KLHK menjadi bukti, keseriusan gakkum sehingga bisa memberi efek jera.

Penahanan direktur utama PT NTS, perusahaan jasa pengolah limbah B3 karena diduga melakukan tindakan pidana pencemaran lingkungan hidup yakni pembuangan (dumping) limbah B3 sludge minyak, minyak kotor, bottom ash, tanah terkontaminasi ke tanah tanpa izin.

“Dari hasil analisa laboratorium terhadap sampel tanah di lokasi, diyakini telah tercemar dan terkontaminasi logam berat antara lain hexavalent chromium, merkuri, arsen, barium, tembaga, timbal, nikel dan seng,” ucapnya.

Yazid menambahkan, saat ini pidananya masih bersifat perseorangan dan tidak menutup kemungkinan bisa menyeret korporasi bahkan pihak atau mitra yang terlibat.

Terkait pemulihan lingkungan, KLHK memakai prinsip polluter pays principle atau siapa yang mencemari yang bersangkutan yang membayar biaya pemulihannya. Hal ini akan ditambahkan ke sanksi administrasi paksaan pemerintah.

KLHK menangkap NS direktur utama PT NTS pada 21 Januari 2020. NS ditahan di rumah tahanan Cipinang setelah diperiksa sebagai saksi dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Berkas perkara telah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

NS diduga melanggar pasal 98 ayat 1, pasal 104 UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. NS dapat diancam dengan pidana penjara maksimum 10 tahun dan denda maksimum Rp 10 miliar.

Dalam kesempatan itu, Yazid juga menyampaikan terkait kasus penambangan tambah ilegal di Bangka Belitung. KLHK menahan H alias AN, pemodal pertambagan timah tanpa izin di kawasan hutan produksi sungai Liat Mapur pada 30 Januari 2020 di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Tersangka kemudian dibawa ke rumah tahanan Salemba.

Kegiatan penambangan timah ilegal dilakukan di kawasan hutan sungai Liat Mapur seluas hampir 3,8 hektare. Kasus ini hasil pengembangan tersangka sebelumnya yakni HS yang sudah divonis penjara tiga tahun dan denda Rp 1,5 miliar subsider 1 bulan penjara.

Kemudian penyidik PNS KLHK melakukan pengembangan penyidikan, hasilnya H alias AN diduga kuat mendanai kegiatan ilegal terpidana HS. Keduanya dijerat sejumlah pasal di UU 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Akibat perbuatannya, H alias AN diancam pidana penjara paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 100 miliar,” tandas Yazid.

editor: fsl

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.