Kami sampaikan kabar untuk anda

Timbulkan image tidak baik bagi daerah, Bupati Inhil wacanakan penutupan lokasi kulier “Kelapa Gading”

Tembilahan, detikriau.org – Keberadaan kawasan kuliner “kelapa gading” di jalan HR Subrantas Tembilahan dinilai menimbulkan image tidak baik bagi daerah. Bupati Inhil HM Wardan bahkan berinisiatif untuk menutup lokasi jajanan yang diresmikan pada tahun 2014 silam itu.

Pernyataan ini disampaikan Bupati dalam pelaksanaan rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Ulama Umara Kabupaten Inhil di Aula Kantor Bupati Jalan Akasia Nomor 1 Tembilahan, selasa (28/1/20)

“lokasi pujasera itu menimbulkan image tidak baik bagi daerah. Kalau memang sudah banyak mudhorat dibandingkan manfaatnya, lebih baik kita bongkar saja,” ujar Bupati dalam pertemuan itu

Disamping membahas masalah keberadaan “kelapa gading”, sejumlah isu yang menimbulkan keresahan masyarakat lainnya juga menjadi pembahasan. Bupati menyampaikan harapan apa yang menjadi pembahasan dalam pertemuan itu kiranya dapat untuk ditindaklanjuti.

“Jika memang perlu, sebaiknya kita lakukan peninjauan secara bersama untuk langkah tindaklanjutnya,” sarankan Bupati

Rapat koordinasi bertemakan ‘Melalui Silaturahim Ulama Umara Kita Samakan Persepsi Bangun Negeri serta Tangkal Bahaya Faham Aliran Sesat dan Radikalisme.’ Saat itu juga dihadiri oleh Unsur Forkopimda Inhil, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Inhil Drs H Afrizal MP, sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Inhil, Ketua Muslimat NU Inhil, serta anggota Forum Komunikasi Ulama Umara Kabupaten Inhil.

Untuk sekedar mengingatkan, berdasarkan data detikriau.org, (baca : AWAS! Bupati Inhil Akan Berangus Praktik Hiburan Malam di “Kelapa Gading”) kekecewaan Bupati terhadap pengelolaan kawasan kelapa gading bukan baru kali ini saja.

Sebelumnya juga pernah dilontarkan saat gelaran syukuran terpilihnya pasangan Wardan – SU, dikediaman salah seorang tokoh masyarakat  di Tembilahan, H Alwi, Jum’at (3/8/2018) yang lalu

Dalam sambutanya ketika itu, Wardan menyampaikan penilaian bahwa pengelolaan kawasan “kelapa gading” sudah tidak lagi bisa ditolerir. lokasi “pasar gading” yang seyogyanya dijadikan sebagai lokasi berkumpulnya keluarga itu telah beralih fungsi dan banyak terjadinya penyimpangan.

sumber: Humas Pemkab Inhil.   Editor: fsl

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.