Kami sampaikan kabar untuk anda

“Naik pitam”, Istri siri di Tempuling bersimbah darah dibacok suami

foto ilustrasi: tribunnews.com

Tembilahan, detikriau.org – Saiyah, warga Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir mengalami sejumlah luka akibat bacokan senjata tajam yang dilakukan oleh suami sirinya, MA (37).

MA dikabarkan naik pitam dikarenakan korban sudah tiga hari tidak pulang kerumah, apalagi ajakan kencannya juga selalu ditolak.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK melalui Kasubag Humas, Iptu Warno Akman, penganiayaan berat ini terjadi pada senin (13/1) sekira pukul 10.30 Wib.

“Selama tiga hari itu korban bekerja dikebun milik abang kandungnya,” Ujar Iptu Warno.

Sepulangnya, pertengkaran antara korban dan pelaku tidak dapat dihindarkan.

Dengan emosi memuncak, pelaku seketika mengambil senjata tajam (parang. Red). Karena ketakutan, korban berusaha menyelamatkan diri dan lari kerumah tetangganya.

Sayangnya saat berlari menyelamatkan diri, korban terjatuh, dan pelaku-pun  beberapa kali sempat menghujamkan tebasan parang ketubuh korban.

“korban kemudian diselamatkan abang kandungnya dengan melarikan kerumah tetangganya dan selanjutnya menginformasikan peristiwa ini ke pihak kepolisian Polsek Tempuling.” Kata Iptu Warno

“pelaku berikut barang bukti sebilah parang sudah diamankan di Polsek Tempuling. Korban dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan,” ditambahkannya.

Akibat peristiwa ini, korban mengalami sejumlah luka robek yakni pada bagian tangan sebelah kanan sekira 15 cm, luka robek dibagian dahi sebelah kanan sekira 10 cm, dan luka robek dibagian paha kiri sekira 25 cm.

Dijelaskan Iptu Warno, korban merupakan istri siri pelaku.

Berdasarkan penjelasan korban kepada petugas kepolisian, beberapa hari sebelum peristiwa berdarah ini, pelaku sudah beberapa kali mengajak korban untuk berkencan, namun ditolak dengan alasan hubungan mereka sudah diketahui oleh istri pertama pelaku.

“jadi korban ini takut dimarahi istri pertama korban, makanya setiap kali diajak untuk kencan, korban selalu menolak. Selain itu ada dugaan juga penyebab peristiwa ini dikarenakan cemburu.” Akhiri Iptu Warno./Am

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.