Kami sampaikan kabar untuk anda

Bagian Kesra Setdakab Inhil Beri Pelatihan Metode Khusus Bagi Guru Rumah Tahfiz Al Qur’an

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mendatangkan tenaga pengajar yang akan memberikan pelatihan dengan penerapan metode khusus kepada guru tahfiz al qur’an.

Metode yang sudah terbukti mampu mempercepat hafalan al qur’an ini nantinya diharapkan dapat diterapkan dalam sistem pengajaran di rumah-rumah tahfiz di Desa-Desa diseluruh Inhil.

“Tentu  dengan metode ini kita harapkan dapat diajarkan kembali  kepada anak-anak yang ada dirumah Tahfiz di masing -masing desa. Metode ini sudah terbukti mampu mempercepat hafalan Al-Qur’an, “Ujar Kabag Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin diruang kerjanya, senin (9/12).

Tenaga pengajar, Ustad Royansyah,. S.P.d. I Al-Hafizah dari Baitul Quran Pekanbaru ini sudah cukup terkenal, bukan hanya di Riau tetapi juga di Indonesia secara nasional.

‘Alhamdulillah tadi malam Pak Bupati HM Wardan kembali membuka pelatihan guru Rumah Tahfidz. Pada bulan Juli yang lalu juga sudah pernah dilakukan. Kita berharap pengelolaan Rumah Tahfidz ini betul-betul bagus,”kata dia.

Dalam keilmuan ditambahkan Arifin, tenaga pengajar di rumah-rumah tahfiz tentunya harus terus di-upgrade agar dapat memberikan pengajaran secara profesional dan nantinya mampu melahirkan Hafiz-hafizah diseluruh Desa di Inhil.

“sudah banyak contoh keberhasilan dengan penerapan metode ini.  Bahkan ada yang sudah berusia 60-an bisa hafal qur’an apalagi jika diterapkan kepada anak-anak,” Puji Arifin

Program Bupati Inhil ini, 1 Desa 1 kelurahan 1 rumah Tahfiz kata Arifin dibina melalui berbagai sisi

“Bagian Kesra mendukung dari sisi pembinaan tenaga pendidiknya. Untuk sarana dan prasarana lainnya misalnya dilakukan oleh BPMPD, Dinas Kesehatan atau OPD lainnya. Intinya semua saling mendukung.” Tegas Arifin

Kedepannya, setiap desa di Inhil ditargetkan tidak ada lagi yang tidak memiliki Rumah Tahfidz.

“Setelah kita latih, 6 bulan berikutnya kita monitoring ke lapangan seperti apa hasilnya, apakah sudah ada rumah tahfiz menghasilkan hafiz-hafizah,” jelasnya.

Arifin berharap 236 peserta dari desa/kelurahan di tambah 12 orang peserta mandiri dari dalam kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu bersungguh-sungguh menggali ilmu dari narasumber mengenai metode pembelajaran ini dan nantinya dapat diterapkan  kepada anak-anak di desa masing-masing.

Dengan adanya gerakan satu Desa satu kelurahan satu Rumah Tahfidz ini Arifin berharap mendapatkan dukungan masyarakat karena dengan menggabungkan atau mendukung gerakan Alquran ini diyakini akan mendapat pahala yang  berlimpah dari  Allah SWT.

“Oleh karena itu, mari kita demam-kan gerakan Hafiz Quran ini” Akhiri Arifin.

Reporter: Syahrul    Editor: Faisal

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.