Kami sampaikan kabar untuk anda

Bank Batasi Kredit Berbentuk Dolar AS Karena Takut Krisis

reporter: CNN Indonesia

Bank nasional batasi penyaluran kredit berbentuk dolar AS karena takut krisis 1998 terjadi lagi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta,  — Sejumlah perbankanswasta mengaku mulai membatasi penyaluran kredit berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Pembatasan dilakukan demi mengantisipasi risiko kredit jika nilai tukar bergerak fluktuatif.

Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bisnis perbankan yang banyak menyalurkan kredit dolar AS akan terancam jika nilai tukar rupiah kembali jatuh seperti 1998 silam.

“Coba batasi kredit dolar AS, ini bahaya sekali seperti pengalaman 1998 hancurnya perbankan itu karena nilai tukar rupiah dari Rp2.500 ke Rp16 ribu,” ucap Jahja, Kamis (28/11).

Saat itu, sambung Jahja, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) hampir seluruh perbankan meningkat signifikan. Kondisi itu membuat beban biaya debitur yang memiliki pinjaman dolar AS naik signifikan.

Walhasil, banyak yang tak bisa membayar kredit tepat waktu. Makanya, rasio kredit bermasalah perbankan meningkat.

“Itu membuat kredit macet total di semua bank,” jelasnya.

Sebagai informasi, BCA menyalurkan kredit sebesar Rp585,49 triliun pada kuartal III 2019. Realisasi itu naik 10,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp527,88 triliun.

Sementara, Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengatakan penyaluran kredit dolar AS memang sudah berkurang pada tahun ini. Ia menyebut porsinya kini hanya 20 persen dari total penyaluran kredit.

“(Penyaluran kredit) memang menurun dari 24 persen menjadi 20 persen,” tutur dia.

Menurutnya, berkurangnya penyaluran kredit berdenominasi dolar AS lantaran permintaannya yang juga menurun. Dalam hal ini, jumlah kredit dolar AS juga bergantung dari pasar.

“Mungkin karena kebutuhan ya, lalu faktor risiko bisnis juga,” kata Parwati.

Informasi saja, penyaluran kredit Bank OCBC NISP secara konsolidasian hampir stagnan atau hanya naik 1,91 persen pada kuartal III 2019. Perusahaan mengucurkan kredit sebanyak Rp116,83 triliun dari sebelumnya sebesar Rp114,63 triliun.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.