Kami sampaikan kabar untuk anda

Berlakukan Pemadaman Bergilir, Pelanggan Tuntut Perbaikan Kinerja PT PLN

Foto Ilustrasi: Internet

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat pelanggan menuntut perbaikan kinerja PT PLN Rayon Tembilahan. Pemberlakuan pemadaman bergilir yang belakangan kerap terjadi dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan manajemen dalam mengelola sumberdaya perusahaan milik Negara yang beroperasional di Kabupaten Inhil itu.

“harus ada perbaikan, PLN jangan hanya tegas menuntut hak kepatuhan pembayaran dari masyarakat pelanggannya,” kritik Amrul, pelanggan PT PLN di Tembilahan, jumat

Selama ini menurut Amrul, tanpa “pandang bulu”, secara sepihak PT PLN memberlakukan denda dan bahkan pemutusan aliran listrik setiap terjadi keterlambatan pembayaran.  Namun saat terjadinya pemadaman, PLN paling banter hanya menyampaikan permintaan maaf.

Tidak hanya Amrul, pelanggan PT PLN di Kecamatan Tembilahan Hulu, Muridi Susandi bahkan menyarankan agar manajer PT PLN Rayon Tembilahan meletakkan jabatan jika tidak mampu mencari solusi.

“saran saya jika pak manager PLN tidak bisa mencari solusi untuk permasalahan listrik di Inhil lebih baik mundur,” Unggah Muridi Susandi pada WA Group Kelistrikan Inhil

Dikomfirmasi, manajer PT PLN Rayon Tembilahan melalui supervisor tehnik, Moko, menjelaskan bahwa pemberlakuan pemadaman bergilir terpaksa harus dilakukan disebabkan adanya defisit daya.

“Kita mengalami defisit daya sekira 6 MW. Sumber pembangkit satu-satunya saat ini hanya mengandalkan mesin PLTD parit 4 dengan daya mampu sebesar 12 MW, sedangkan kebutuhan mencapai 18 MW,” Ujar moko melalui sambungan selular.

Dijelaskannya, terjadinya defisit daya disebabkan mesin ISK saat ini sedang dilakukan penggantian broiler.

“mudaha-mudahan dalam beberapa hari kedepan sudah selesai dan bisa kembali dioperasionalkan,” tambahnya berharap.

Moko juga menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan listrik yang paling diharapkan adalah pasokan daya dari PLTU.

“Suplay daya dari PLTU sejak dilakukan perawatan kemaren sampai saat ini belum juga normal. Saat ini satu-satunya solusi, kita memang terpaksa harus melakukan penjadwalan pemadaman secara bergilir.” Akhirinya.

Reporter: Am

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.