Kami sampaikan kabar untuk anda

Polisi Jemput Paksa Iwin Kembang di Rumah Kediaman. Perihal Apa?

Iwin kembang saat diamankan di Mapolres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir mengamankan pelaku tindak pidana pengeroyokan terhadap salah seorang karyawan kontraktor pelaksana paket kegiatan peningkatan ruas jalan batang tuaka, jalan h sadri dan jalan h abd manaf  Tembilahan atas kejadian pada ahad (3/11/2019).

Kasus yang disebut dilakukan oleh kelompok Iwin Cs atau yang lebih dikenal dengan Iwin Kembang terhadap korban Hamdani alias Dani (27), warga jalan sabilal muhtadin Gg Sabilal II RT 05 RW 09 Kelurahan Tembilahan Hulu ini diduga berlatarbelakang konflik kepentingan antara pengelola parkir dan kontraktor proyek.

“Penahanan Iwin Cs kita lakukan atas dasar laporan korban ke Polres Inhil pada minggu sekira pukul 18.10 Wib,” Ujar Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK melalui Perwira Humas, Iptu Heriman Putra yang dirilis lewat group WAG wartawan, senin (4/11)

Dalam keterangan persnya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa kejadian bermula dari percakapan telepon selular yang diterima korban dari saksi ahmad sopyan (27) warga jalan M boya Tembilahan sekira pukul 16.00 Wib.

Saat telpon dari saksi diterima, yang berbicara saat itu adalah, Eko, salah seorang anggota Iwin dan meminta korban untuk segera menemui Iwin di jalan kembang Kelurahan Tembilahan Kota. Namun permintaan itu belum dipenuhi karena korban mengaku masih ada urusan dengan pegawai di Dinas PUPR.

Selanjutnya sekira pukul 16.30, telepon ahmad sopyan kembali menghubungi korban dan memintanya untuk segera ke jalan Kembang, jika tidak, Sopyan menyebutkan ia akan dianiaya oleh Eko beserta sejumlah rekannya.

Mendengar pengakuan Sopyan, korban bersama saksi lainnya, Obet-pun bergegas mendatangi kediaman iwin.

Sesampainya, korban bertemu dengan Iwin yang saat itu didampingi, Eko dan Ade serta sejumlah anggota lainnya.

“Dalam perbincangan saat itu, korban mengaku Iwin mempertanyakan masalah penyelesaian pembayaran parkir di jalan H Abd Manaf,” kata paur Humas

Saat itu korban menyebutkan bahwa urusan itu bukan menjadi wewenangnya karena diirnya hanyalah seorang pekerja.

Mungkin merasa tidak puas mendengar jawaban korban, seorang anggota Iwin lainnya, Iman, menjambak bagian rambut korban dan seketika memotongnya dengan menggunakan sebuah gunting.

Mendapat perlakuan kasar, korban sempat mempertanyakan alasan pelaku, dan dijawab bahwa tindakan itu sebagai bentuk hukuman karena pelaksanaan kegiatan proyek masih terus berlanjut.

“itulah sudah tiga hari saya peringatkan mengapa masih melanjutkan pekerjaan sedang masalah parkir belum diselesaikan“, kata Iman disampaikan paur Humas

Belum puas, lanjut paur Humas, saat itu juga datang kembali sekira 10 orang anggota Iwin lainnya mengeroyok korban, dan kemudian menyeretnya kedalam sebuah kendaraan roda empat. Kepada korban disebutkan pelaku bahwa ia akan dibawa ke Rumbai Kecamatan Kempas.

Beruntung saat itu saksi Obet berhasil membujuk Iwin untuk membatalkan agar korban tidak dibawa ke Rumbai dan meminta persoalan itu diselsaikan saat itu juga.

Setelah diturunkan dari mobil, pelaku, Iman, memerintahkan korban untuk menghubungi majikannya tapi saat itu telepon selular majikan tidak dalam keadaan aktif.

Tak berselang lama, petugas kepolisian Polres Inhil-pun tiba dilokasi dan menjemput korban.

“di Polres korban segera membuatkan laporan atas penganiayaan yang dialaminya,” kata paur Humas

Menindaklanjuti laporan, Unit Opsnal Sat Intelkam segera melakukan pencarian terhadap beberapa orang yang disebut oleh Pelapor.

Salah seorang pelaku, Eko dijemput petugas saat sedang berada dirumah kediaman Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti. Disebutkan saat itu Eko beserta sejumlah anggota Iwin Cs lainnya sedang melaporkan permasalah terhambatnya pengelolaan parkir disebabkan adanya pelaksanaan pekerjaan proyek.

Sedangkan Iwin dijemput langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Indra Lamhot Sihombing SH, SIK didampingi sejumlah petugas dirumah kedaiamannya di Jalan Kembang Lorong Hidayat pada senin (4/11) dinihari sekira pukul 00.30 Wib tanpa perlawanan.

“Saat ini terhadap Iwin dan Eko sedang dilakukan penyidikan. Kasus dugaan penganiayaan ini masih dilakukan pengusutan lebih lanjut,” Akhiri paur Humas.

Berdasarkan informasi lapangan detikriau.org, selain melakukan penganiayaan terhadap korban, Dani (27), Iwin Cs juga sempat melakukan penghentian pelaksanaan pekerjaan secara paksa dilapangan di jalan H Abd manaf dan bahkan melakukan penyitaan alat berat milik kontraktor pelaksana.

Untuk sekedar diketahui, silang sengketa antar dua kepentingan ini sebelumnya sudah beberapa kali terjadi.

Berdasarkan data detikriau.org,  peristiwa pertama terjadi saat dilakukan pekerjaan scraft diruas jalan batang tuaka pada tanggal 10 september 2019 yang lalu. Bahkan dalam peristiwa pertamakali itu, seluruh roda kendaraan alat berat kontraktor digembosi.

Selanjut penghentian pekerjaan secara paksa kembali berulang pada tanggal 21 dan 22 september 2019.

 

Laporan: Faisal

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.