Kami sampaikan kabar untuk anda

Komisi III DPRD Inhil pantau sejumlah pekerjaan proyek jalan di Kota Tembilahan

“pinta dinas terkait untuk gesa penyelesaian pekerjaan hingga kritisi kerap terlambatnya pelaksanaan lelang proyek”

Tembilahan, detikriau.org – Sekretaris Komisi III, Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup DPRD Inhil, Edi Hariyanto meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait untuk menggesa penyelesaian sejumlah pekerjaan proyek pembangunan. Disamping target penyelesaian, kualitas menurutnya juga harus jadi perhatian.

“Tahun Anggaran 2019 hanya tinggal beberapa bulan, Dinas harus lebih fokus agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Tapi ingat, disamping target penyelesaian, kualitas juga harus sesuai dengan yang diharapkan,” Ujar Edi Hariyanto ditemui disela kegiatan pemantauan sejumlah proyek pekerjaan perbaikan ruas jalan di Kota Tembilahan, senin (28/10)

Kepada Dinas PUPR, Edi Harianto yang saat itu didampingi salah seorang anggota Komisi III DPRD Inhil, Hasanuddin, menekankan secara lebih khusus untuk memperhatikan penyelesaian sejumlah pekerjaan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Jika proyek-proyek yang dibiaya melalui anggaran Pemerintah Pusat ini tidak dapat diselesaikan, dipastikannya akan merugikan daerah.

“kalau tidak rampung, untuk penyelesaian harus kita anggarkan kembali, tapi pembiayaannya bukan lagi melalui DAK melainkan dana APBD Inhil. Artinya daerah yang rugi.” Peringatkan Edi

Contohnya, ditambahkan politisi Partai Golkar Inhil ini, sejumlah proyek jalan dalam kota Tembilahan tahun ini dibiayai melalui DAK.

“Jadi Dinas harus pantau secara lebih ketat. Apalagi perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Tembilahan sudah cukup lama menjadi harapan masyarakat.” Ditekankannya.

Menurut Edi, pemantauan yang dilakukan saat itu merupakan tugas DPRD Inhil khususnya Komisi III dalam melakukan pengawasan.

Apalagi menurutnya, beberapa hari belakangan di media sosial viral diperbincangkan adanya sejumlah keretakan beton rigid yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

“Saya sudah melihat secara langsung. Memang ada sejumlah titik yang nampak ada retakan. Bisa saja karena kondisi alam atau sebab lainnya. tapi yang lebih mampu menilainya, tentu Dinas terkait,” ujar Edi.

 

Kritisi terus berulangnya keterlambatan lelang proyek

Disela melakukan pengawasan lapangan, Edi hariyanto juga sempat melontarkan kritikan akan kerap terlambatnya pelaksanaan lelang proyek pemerintah daerah.

Khusus untuk kegiatan yang dibiayai melalui DAK, seharusnya menurut Edi, proses lelang sudah bisa dilaksanakan diawal tahun anggaran.

“tapi kan hampir setiap tahun lelang selalu molor. Mulainya aja kadang sudah dipertengahan tahun anggaran, belum lagi kebutuhan waktu proses lelangnya.” Sampaikan Edi

Dampak telatnya pelaksanaan lelang, ketersedian waktu kata Edi tentu menjadi sempit. Resiko hambatan lain, biasanya dipenghujung tahun memasuki musim penghujan.

Untuk itu, Edi memastikan keterlambatan proses lelang proyek ini akan menjadi salah satu fokus perhatian DPRD Inhil.

“Bukan kita mau mencari-cari siapa yang salah. Tapi kalau kita memang komit untuk menuntaskan persoalan yang terus berulang ini, kita harus cari titik persoalannya agar kedepannya pelaksanaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.” Akhirinya.

 

Keretakan beton rigid, Ini Penjelasan Dinas PUPR Inhil

Kepala Dinas PUPR Inhil, Ir H Illyanto, MT, melalui PPTK kegiatan, Ali Martono menjelaskan, hasil pantauan lapangan, keretakan pengerjaan beton rigid di jalan batang tuaka didapati ada yang memang berada pada batas segmen tetapi juga ada yang tidak pada batas segmen.

Untuk keretakan yang terjadi pada batas segmen, hal tersebut dinilainya merupakan hal yang wajar karena retak pada batas sambungan segmen yang dipasang dowel tersebut sebagai bentuk crack control pada jenis struktur rigid pavement. Namun untuk kertekan yang terjadi diluar batas segmen harus dilakukan perbaikan.

Untuk penyebab terjadinya keretakan ini meneurut Ali bisa didasari dari beberapa asumsi.

Asumsi pertama, keretakan terjadi akibat headway yang tinggi pada proses mobilisasi beton ready mix dan melewati batas waktu setting beton (4 jam), namun saat melanjutkan pekerjaan yang telah melewati batas waktu setting beton, tidak diberikan zat kimia sebagai perekat antar sambungan untuk melanjutkan pekerjaan yang telah melewati batas waktu setting beton.

Asumsi kedua, keretakan terjadi pada titik pekerjaan yang nilai uji slump nya sebesar 3 cm, hal tersebut mendekati ambang batas minimum dari rentang nilai uji slump sesuai dengan Job Mix Design sebesar 3-6±2 (6,3) cm. Nilai uji slump tersebut masih memenuhi dari kriteria yang diminta, namun pekerjaan pengecoran perkerasan beton fc’ 30 MPa dengan nilai uji slump yang berada pada ambang batas tersebut dilakukan pada cuaca panas, sehingga proses reaksi kimia beton tidak terjadi secara seragam.

Akibatnya, untuk bagian permukaan, suhu proses reaksi pengerasan beton langsung dipengaruhi oleh suhu permukaan yang tinggi, namun untuk material yang berada tidak pada permukaan yang terpapar langsung dengan panas matahari mendapat suhu proses reaksi beton yang lebih rendah.

“ketidak seragaman suhu proses reaksi kimia tersebut terjadi mengingat lapisan perkerasan beton yang dikerjakan memiliki ketebalan sebesar 20 cm.” Diterangkan Ali, dikomfirmasi, selasa (29/10)

Diurainya lebih lanjut, untuk antisipasi dari suhu yang tinggi pada saat proses setting beton dapat dilakukan dengan mengatur nilai uji slump yang berkisar pada nilai rata-rata sebesar 6,3 cm, atau pengecoran dilakukan pada suhu yang rendah (malam hari).

Sementara itu menurut Ali, untuk perbaikan keretakan ringan (lebar retak < 0.3 mm ) pada lantai beton diajukan perbaikan dengan upaya yang tidak destruktif, seperti penambalan menggunakan Sikagrout 215.

“sedangkan untuk keretakan yang terjadi pada titik tidak pada batas sambungan, akan dilakukan perbaikan seperti cara pertama, dan apabila tidak berhasil akan dilakukan pembongkaran pada satu segmen penuh dan dilakukan pengecoran ulang.” Akhirinya.

 

Laporan: Faisal

 

 

 

 

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.