Kami sampaikan kabar untuk anda

Nelayan Temukan Muntahan Paus Seharga Rp4,4 Miliar. Apa Sih Kegunaannya?

detikriau.org – Berinteraksi dengan hewan-hewan paling besar di dunia seperti paus atau hiu putih, mungkin hal biasa bagi seorang nelayan. Di mana keseharian mereka dihabiskan di laut, untuk menangkap dan memancing ikan-ikan konsumsi.

Tapi tahukah Anda, jika hewan paus tersebut bisa mengeluarkan muntahannya? Tapi jangan kaget dan jijik, karena ternyata muntahan paus ini bisa memiliki harga yang sangat fantastis, yaitu hingga miliaran untuk satu kilogramnya saja.

Muntahan paus ini disebut juga ambergris, dan ini adalah salah satu ‘harta karun’ yang diidam-idamkan. Bahkan nelayan yang satu ini mendapatkan rezeki berlimpah, usai menemukan muntahan paus dengan harga Rp4,4 miliar. Bagaimana ia bisa menemukannya?

berikut kisah yang dikutip dari ikutrame.com

Nelayan Thailand temukan Ambergris seharga Rp4,4 miliar

Seorang nelayan Thailand bersiap untuk mendapatkan rejeki nomplok, setelah ia menemukan bongkahan besar muntahan paus, yang diperkirakan bernilai US$ 320.000 setara Rp4,4 miliar.

Nelayan bernama Jumrus Thiachot, menemukan ambergris seberat 14 kilogram saat ia berjalan di sepanjang pantai di Koh Samui, Thailand selatan, awal tahun ini.

Nelayan – tidak yakin apa itu – menyimpan penemuannya di dalam gubuknya. Dan ia kemudian melanjutkan pekerjaan sebagai nelayan dan hanya menghasilkan puuluhan ribu sehari.

 Ia kemudian meminta bantuan tetangganya, untuk melihat penemuannya. Dan irisan benda itu pun diperiksa, dan ternyata adalah Ambergris.

 Pejabat dari pemerintah setempat kemudian mengunjungi nelayan di rumahnya pada hari, Selasa 22 Oktober. Di mana mereka memastikan penemuannya itu adalah ‘muntahan paus’ asli.

Jumrus kemudian diberitahu, jika benda tersebut bernilai hingga US $ 320.000, berdasarkan penjualan ambergris sebelumnya.

 “Tiga tetangga saya datang setelah keponakan saya memberi tahu penduduk desa bahwa saya menemukan muntah ikan paus. Mereka meminta potongan dan melakukan beberapa pemeriksaan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar muntah ikan paus,” kata dia dikutip dari dailymail.co.uk.

“Saya perlu tahu yang sebenarnya, jadi itu sebabnya saya menghubungi pihak berwenang untuk memeriksa. Sekarang saya tahu itu adalah muntahan paus asli, saya akan menjualnya,” tambahnya.

 Gubernur provinsi Surat Thani, Witchawuth Jinto, datang bersama para spesialis yang mengkonfirmasi bahwa massa itu mengandung lebih dari 80 persen Ambergris.

Witchawuth mengatakan dia sekarang menasihati Jumrus tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya, untuk mendapatkan harga terbaik untuk keberuntungannya.

 

Penggunaan Ambergris dalam Industri Parfum

Ambergris sering disebut ‘harta karun laut’ atau ’emas terapung’, karena merupakan bahan yang dicari dalam industri parfum. Ini mengandung ambrein alkohol yang tidak berbau, yang membantu aroma bertahan lebih lama.

 Zat padat, berlilin dikatakan terbentuk di usus paus sperma, ketika saluran empedu mereka membuat sekresi untuk memudahkan perjalanan benda besar atau tajam.

 Dipercayai bahwa paus kadang-kadang memuntahkan massa, sehingga mendapat nama ‘muntahan paus’.

 Benda ini memiliki bau ‘kotoran kuat’ yang tidak menyenangkan pada awalnya, tetapi aroma itu menjadi lebih baik begitu mengering.

 Ambergris sangat dicari di industri kosmetik karena zat yang dikenal sebagai ambrein, alkohol yang tidak berbau, dapat diekstraksi darinya untuk membuat aroma parfum bertahan lebih lama.

Berikut videonya:

Categorised in: Serba Serbi, Tahukah Kamu ?

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.