Kami sampaikan kabar untuk anda

Ancam Korban Dengan Senpi Rakitan, Pelaku Curas Dihabisi dengan Potongan Besi

diduga pelaku curas, AS saat mendapatkan pertolongan di RSUD Puri Husada Tembilahan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir akibat luka parah dibagian kepala./ Foto: Arsip Polres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – AS (46), warga jalan Prof M Yamin Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan akibat luka parah dibagian kepala. AS diduga merupakan pelaku tindak pidana curas yang ambruk ditangan calon korbannya, Jaini.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Sik melaui Perwira Humas, Iptu Warno Akman, AS awalnya ditemukan dan ditolong warga dari sebuah perahu dalam kondisi bersimbah darah dengan luka dibagian kepala di pelabuhan gudang semen SCG parit 04 Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu. Senin (21/10/2019).

Didalam perahu korban ditemukan sepucuk senjata api rakitan berikut dua butir peluru kaliber 38 Pc, dua buah senjata tajam ( sebilah parang dan pisau), tiga unit handphone, beberapa buah kartu identitas, satu buah penutup kepala (sebo), dan satu  buah dompet berwarna coklat yang berisikan uang senilai Rp 250 ribu.

“Informasi penemuan AS diterima Polsek Tembilahan Hulu atas laporan warga sekira pukul 05.45 Wib. Setelah dievakuasi, korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Puri Husada untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayangnya sekira pukul 07.50 Wib nyawa korban tidak dapat ditolong lagi,” Ujar Paur Humas dikomfirmasi detikriau.org, selasa (22/10) malam

ssejumlah barang bukti yang diamankan pihak kepolsiian.

Dilanjutkan paur humas, dihari yang sama, sekira pukul 12.00 Wib, Polsek Tembilahan Hulu menerima laporan dari Abdul Muin Alias Muin Bin Johar. Dalam pengakuannya kepada petugas, Muin mengaku bersama adiknya Jaini Bin Johar mengalami tindak pidana curas namun menyebabkan pelaku curas terluka dan akhirnya meninggal dunia.

Keterangan Muin, peristiwa  tindakan curas dialaminya di TKP Pelabuhan Semen SCG di Parit 4 sekira pukul 05.30 Wib, senin (21/10)

Saat itu, Muin mengaku bersama adiknya sedang duduk-duduk di TKP. Kemudian dua orang tak dikenal dengan menggunakan penutup wajah menghampiri pelabuhan menggunakan sebuah perahu kecil.

Kedua OTK awalnya meminta uang rokok, tapi  Muin mengaku mereka hanya memiliki uang sisa belanja sebesar Rp 10 ribu.

Tidak puas, otk kemudian menodongkan senjata api dan meminta barang berharga sembari mengancam akan menembak.

Merasa nyawanya terancam, secara reflek Jaini mengayunkan sebilah besi (sepanjang kurang lebih 1 meter) kearah bagian kepala pelaku, AS.

Sementara saat itu rekan AS melarikan diri dengan cara melompat dari atas perahu.

“kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kita. Namun untuk diketahui AS memang merupakan residivis dalam  perkara 365 diwilayah hukum Polres Inhil,” Akhiri Paur Humas.

Laporan: Faisal

 

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.